A letter for you (Prologue)

Kau, setengah hidupku..
Kau, pelengkap hidupku..

Aku bahagia bisa terlahir menjadi sesorang yang mengenal mu..
Meski aku hanya bisa melihatmu dari jauh, aku tetap bahagia..

Jika aku tak pernah mengenal mu, tak akan aku merasa sebahagia ini..
Jika aku tak pernah mengenal mu, tak akan aku merasa seberuntung ini..

Ketahuilah, kau dan hanya kau yang ku jadikan kebahagian terakhir ku..
Aku simpan kebahagianku pada mu dan aku rasa itu tak salah dan aku tak akan pernah menyesal meski pada akhirnya kau tak mencintai ku..

Terimakasih telah membuat ku mengerti arti hidup, Yong Junhyung.

                                                  -Kim Hyuna-

Advertisements

SeeD … (chapter 1)

Tittle                      : SeeD … (chapter 1)

Name Author    : mrs_DuYo

Rating                   : 15

Length                  : chapter

Genre                   : fantasy

Main Cast             : Yoon Dujun, Park Shin Ji (OC), Kang Seung Yoon

Support Cast       : Park Shin Hye, Yang YoSeob,

Disclaimer            : visit check duyob2st.wordress.com thank:)

 

 

Shin Ji  –pov-

 

Aku terbangun dari tidurku. Aku benar-benar mudah terbangun dalam tidur pulasku walau ketika aku tidur ada suara kecil yang mengangguku atau lebih tepatnya membuatku penasaran. Terbangun karena suara gemericik air didalam kamar mandiku. Biar lebih jelas, apartement ku cukup sederhana satu kamar tidur dilengkapi kamar mandi, ruang tengah yang kecil dan juga dapur.

Mengapa aku bisa terdengar suara itu? Itu karena kamar mandi ku terletak dekat dengan ruang tidur ku. Jika dikalangan rumah mewah, ini diibaratkan aku memiliki kamar tidur yang ada didalamnya terdapat kamar mandi. Haaa! Konyol.

Aku menyeritkan kening ku, siapa yang akan mandi pada pukul tengah malam ini? Oh ini Midnight.. apa orang itu tidak kedinginan? Aku harap itu adalah Park Shin Hye, kakak perempuan ku. Karena ia memiliki kebiasaan mandi tengah malam.

Tapi, tidak mungkin jika itu Shin Hye, karena aku tidak tahu ia akan pulang kapan. Lagi pula, ia sudah memiliki apartement sendiri. Ke rumahku hanya sekedar mampir tuk memeriksa keadaanku.

Aku menghirup aroma wangi shampo ku.  Siapa sebenarnya orang itu? Aku segera beranjak dari tempat tidurku. Lalu, melangkahkan kaki ku pelan ke arah kamar mandi.

Didepan pintu kamar mandi, aku menempelkan satu telinga ku ke daun pintu itu. Terdengar suara orang bersiul, karena tak sabar, aku pun mengetuk kamar mandi itu.

Tok! Tokk!

Nuguseyo?” tanyaku tanpa merubah posisi ku. Ku tunggu beberapa menit, namun tidak ada jawaban. “Yak! Nuguseyoo? kalau kau tidak menjawab, aku akan berteriak.

Cklek..

Aku mendengar suara kenop pintu terbuka. Aku segera merubah posisi ku berdiri disamping pintu. Tak lupa kedua tangan ku ikut menutup kedua wajahku.

“Jweisonghamnida.. aku tadi memakai kamar mandi mu, karena tadi saat terbang melayang diluar sana, wajahku terkena polusi udara dan lengket. Dan aku melihat kamar mandi mu kosong, ya sudah aku pakai aja. Jelasnya panjang lebar.

Aku masih belum membuka tanganku. Terlalu takut untuk melihat wajah orang itu, apalagi suara beratnya itu yang menandakan ia seorang laki-laki.

“APA? Terbang? Melayang? Siapa kamu sebenernya?”

Aigoo! Aku adalah Seelen Der Toten.” Apa katanya? Silin dir tuna? Mengapa dia pakai bahasa asing yang tidak ku mengerti?

“Silin Dir Tuna?”

“Hahahahah…” orang itu tertawa terbahak-bahak lalu memegang tanganku untuk membuka tanganku yang menutupi wajahku. Setelah itu, aku menunduk karena masih belum berani melihat wajah orang itu.

“Apa aku terlalu menyeramkan?”

Aku mencoba mendongakkan kepala ku sedikit ke atas, “Siapa kamu sebenarnya?” pertanyaanku ku ulang lagi.

Seelen Der...”

Ku lihat wajahnya dengan seksama. Dari ujung rambut atas rambutnya yang basah hingga ujung kakinya. Anting-anting itu, ia tidak pantas memakai anting-anting itu bahkan. Ia terlihat tampan jikalau ia tidak memakai anting-anting itu.

“Apa yang kau lihat?” tanya nya penasaran.

Aku menggeleng kepala ku pelan. “Tuan Silin…” “Heh! Silin silin, Seelen Der.” Potongnya, “Ya, terserah kamu aja lah. Tapi memang itu namamu?”

“Hahahah…” err dia tertawa lagi, cukup beruntung dirimu, Tuan Tuna hari ini aku baik sekali padamu. Jika aku jahat, saat tertawa mungkin aku sudah menyumpal kaus kaki favorit ku.

“Yak! Hentikan!!” ujar ku, dia langsung terdiam tetapi wajahnya masih cengengesan.

“Siapa kamu sebenarnya? Nama mu Seelen Der? Apa kau bukan orang Korea?” okay, aku tidak bosan melontarkan pertanyaan ‘Siapa?’ karena aku benar-benar penasaran siapa dia sebenarnya.

“Kau bodoh!” umpat nya.

Aku mengerutkan keningku, “Mwoya?” bentak ku pelan.

Seelen Der itu adalah arwah. Jangan tanya lagi arwah itu apa? Atau aku akan mengutuk perempuan seperti mu tidak memiliki pasangan seumur hidup.”

“Berarti kau sudah mati dong?” ceplos ku.

Dia menatap ku geram, “Tidak, aku masih hidup! Ya enggaklah, aku sudah mati. Mungkin memang sudah mati, tapi entahlah…aku bingung dengan status nyawa ku. Dan ini semua karena…” dia menggantungkan kalimatnya.

“Karena?” tanya ku lagi.

“Kau tidak perlu tahu, karena kau masih kecil.” jawabnya enteng. Wah darimana ia tahu kalau aku masih kecil?

“Kau itu masih bersekolah kan? Di … kelas XII jurusan desain grafis?” eh? Bagaimana dia bisa tahu? Apa dia bisa membaca pikiranku?

“Ya, aku bisa membaca pikiran mu dan aku tahu segala hal tentang mu. Dan sekarang waktunya tidur, tuan putri.”

Oh ya? Berani sekali dia memerintah ku untuk tidur. Sedangkan dia belum menjelaskan asal usul dirinya hingga bisa masuk ke dalam kamar mandi ku.

“Arrrgghhh!” aku mengacak-acak rambut ku. Itu berarti, dia memakai handuk ku, memakai sabun ku? Arrhh!! Jinjja!!

“Hey! Hey kau kenapa? kalau kau ngantuk, lebih baik tidur sana.”

“Baik, aku akan tidur asal kau mau menjelaskan siapa kau sebenarnya.” Dasar bodoh! Lagi siapa juga yang mau begadang bersama orang yang tidak jelas seperti mu, eoh? Eh tapi dia oke juga, oh rahangnya, aku benar-benar lemah jika berhadapan dengan rahang laki-laki, apalagi wajah tampan menyempurnakan lekuk rahang itu… aarrhh!! Shin Ji-ya, sadarlah!!

“Besok, aku akan ceritakan semuanya.”

“Janji?” aku mengacungkan kelingking ku. Ia menatap ku aneh, “Mana kelingking mu?” tanya ku, lalu ia ikut mengacungkan dan aku mengaitkan dengan kelingking ku, “Janji!!” aku bisa menyentuhnya…

Setelah itu, aku kembali ke tempat tidur ku, “Eh? Kau tidak apa-apa kalau tidur di sofa?” tanya ku, ia mengangguk dan berbaringkan dirinya di sofa.

 

tbc..

A Thousand Years (Part 2)

 

Author: Faul

 

Cast : Kwon Ji Yong

Jung Hye Bin

Sungha Jung

 

Genre: tentuin sendiri ..

 

– cerita sebelumnya.. –

 

Ini sudah hari ke 8 aku menunggu nya tidak hanya ditaman, aku berjalan-jalan ke sekeliling daerah ku namun hasilnya tetap nihil.

Akhirnya, aku memutuskan tuk berhenti menunggu nya dan pergi ke supermarket karena persediaan susu ku sudah habis.

 

@ supermarket

 

Aku mengambil satu keranjang lalu ku rangkulkan di lengan ku. Lalu, aku berjalan menuju rak susu dan mengambil beberapa buah susu bubuk.

 

Jweisonghamnida..”

 

—-

 

Jweisonghamnida..” Suara itu terdengar dekat sekali seperti ada disamping ku. Segera aku menolehkan kepala ku dan menatap orang itu. Dia..

Aku terus menatapnya tanpa mengalihkan pandangan seperti menunggu sesuatu yg harus namja itu katakan.

“Maafkan aku karena tidak menepati janji ku. Aku.. Aku benar-benar sibuk.” Ucap nya, aku menatap kedua matanya lekat-lekat dan ia benar-benar tulus tetapi terlihat ia sedang menegang.

“Ah~ tidak apa, aku tahu kau sibuk hehe.” Aku tertawa renyah mungkin terdengar tidak lucu tapi aku mencoba mencairkan suasana ketegangan antara kami.

“Jadi, apa yg kau lakukan selama menghilang?” Lanjutku, ia menggaruk kepala nya entah karena gatal atau tidak, mollayo.

“Aku pergi kerumah nenek.” Jawabnya singkat. Aku mengangguk kepala ku mengerti.

“Dan apa sekarang kau masih sibuk?” Tanya ku

“Iya..” Aku langsung meninggalkan nya dan melangkahkan kaki ku ke rak makanan cepat saji, ia terus mengikuti ku.

“Tunggu kau salah paham.” Lanjut nya, aku tak mengerti mengapa orang-orang pada melihat ku dengan tatapan aneh dan melihat namja itu seperti mereka mengenalnya. Ah itu terserah mereka, yg penting tidak ada urusannya untukku tapiiii aku merindukannya, ya Tuhan. Dan aku tidak tahu sejak kapan? /.\

 

“Kau yakin tidak membutuhkan ini?” Ia menyodorkan makanan cepat saji yg kemarin ku beli.

“Tidak, terima kasih. Makanan itu sukses membuat ku tambah mual.” Ucapku, tiba-tiba perut ku menginginkan baso tusuk ah~ baso tusuk.

Aku segera berjalan ke kasir dan membayar semuanya.

 

Setelah keluar dari supermarket, aku berjalan sambil mencari baso tusuk.

“Apa yg kau cari?” Tanya nya, aku mendengus pelan, ternyata ia masih mengikuti ku. Lalu, ia mengambil kantong kresek yg tadi ku bawa.

“Aku mencari pedagang baso tusuk.” Seketika itu, ia menarik tangan ku dan berjalan ke arah pedagang kaki lima yg berjualan baso tusuk.

 

Ahjussi, baso tusuk nya 2 ya.” Pinta nya, ia seperti telah mengenal penjual ini karena pedagang ini terus menahan senyum dan tawa nya. Pedagang itu memberikan namja itu 2 batang, lalu diberikannya untuk ku satu dan untuk nya 1.

Aku makan dan melahap nya habis. Ia sedikit menyeka keringat ku yg bercucuran di pelipis ku.

Gamsahamnida, ahjussi aku mau lagi.” Pedagang itu memberikan ku lagi tapi namja itu menahannya.

“Tunggu dulu, ahjussi. Kau makan punya ku dulu saja.”

“Kau tidak makan?” Tanya ku, ia hanya tersenyum

“Melihat mu makan dengan lahap membuatku senang.” Namja itu menyuapi ku baso tusuk miliknya.

Aku masih ingin lagi baso tusuk dan memesan 10 batang tuk ku bawa pulang. Ketika ingin membayar, namja itu menahan ku dan ia mengeluarkan dompet miliknya.

“Ini..” Namja itu tersenyum dan mengambil kantong kresek yg berisikan baso tusuk.

Gamsahamnida.” Ucap pedagang itu.

“Kau mau ikut ke apartement ku?” Tanya ku, namja itu mengangguk pelan dan tersenyum.

 

@ apartement

 

“Kau mau minum apa?” Tanyaku, ia berjalan-jalan disekitar ruang tamu ku dan menatap foto-foto ku bersama Kwon Ji Yong oppa. Ah iya Ji Yong oppa? Omong-omong, dia apa kabar? Belakangan ini aku jarang menghubungi nya lagi.

“Ini suami mu?” Tanya nya

“Ngh..” Aku menggaruk kepala ku dan terdiam, ia masih tetap menunggu ku tuk menjawab pertanyaannya.

“Dia Kwon Ji Yong atau GD kan? The king of fashion?” Tanya nya lagi, aku masih terdiam.

Tiba-tiba air mata ku terjatuh, lalu ia mendekat padaku.

“Ada apa?” Ia menghapus air mata ku dengan jari nya.

“Aku tak yakin tuk menjawab pertanyaan mu itu dan..”

“Dan apa?” Potong nya

“Dan mungkin kau akan tertawa mendengar jawaban ku.” Aku melangkahkan kaki ke ruang tengah dan duduk di sofa. Di ikuti oleh nya.

“GD? Ya, dia memang pacar ku bukan suami ku. Aku.. Aku tidak tahu siapa yg menghamili ku karena seingat ku malam itu..”

 

^Flashback^

 

Aku sedang duduk di sebuah cafetaria dekat tempat ku bekerja. Aku menunggu kedatangannya, siapa lagi kalau bukan pacarku, Kwon Ji Yong. Pertemuan singkat ku di 7eleven tempat ku bekerja menjadi saksi bisu pertemuan ku dengan nya. Pada saat itu, kami berpacaran dan kini sedang memasuki ke 1 tahun hari jadi kami.

 

Ia selalu menjemputku sehabis pulang kerja, sewaktu itu aku tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Yg aku tahu adalah dia Kwon Ji Yong dan dia adalah pacarku.

Tapi, ketika masa pacaran kami memasuki umur 6 bulan. Banyak yg meneror ku dengan surat kaleng, yg berisikan darah PMS dan bertuliskan ‘Lepaskan Kwon Ji Yong, atau kau akan mati.’

Aku kira itu hanya candaan seseorang tapi surat kaleng itu semakin banyak. Aku langsung bilang ke dia bahwa aku benar-benar tak nyaman hidup seperti ini, pada saat itu kami hampir putus dan ia langsung mengakui bahwa ia seorang artis papan atas. Betapa bodohnya aku tidak tahu apa-apa tentangnya. Dia memohon padaku agar aku tidak memutuskan nya. Karena aku tidak tega dan aku juga tak mau kehilangan dia, akhirnya aku tidak jadi memutuskan nya.

Tetapi, tidak sampai situ saja masalah ku. Surat kaleng semakin banyak yg mengirimnya kerumah ku. Mereka menulis ‘Kau pakai susuk apa, hingga Kwon Ji Yong menyukai mu, wanita jalang.’ ‘Woah, cepat lepaskan Kwon Ji Yong kami atau kau akan benar-benar mati.’ ‘Kau itu murahan, tidak pantas untuk Kwon Ji Yong, tolong sebutkan harga mu agar aku bisa membeli mu seperti Kwon Ji Yong membeli mu.’

Aku bukanlah wanita murahan yg seperti mereka kira. Pertama kali bertemu dengannya, penampilan dia benar-benar kusut dan tidak terlihat seperti orang kaya. Ketika dia menyatakan cinta nya padaku, ia memohon padaku untuk menerima nya. Hatiku pun tidak bisa dibohongi pada akhirnya, aku menerima nya. Ia selalu memberikan barang-barang yg cukup mewah untuk ku tetapi aku kembalikan lagi dengan ancaman kalau ia tidak mau aku kembalikan hubungan kita berakhir. Akhirnya, ia mau ku kembalikan barang2 tersebut dan menjualnya di toko kakak nya. Aku juga menasehatinya tuk tidak berpenampilan mewah ketika berkencan padaku, karena aku tidak suka dengan penampilan mewah nya dan aku hanya suka dia yg berpenampilan apa adanya.

 

Kembali ke surat kaleng itu, ia juga hampir frustasi nya sama seperti ku. Ia frustasi karena takut hubungan kami berakhir. Akhirnya, aku memutuskan tuk tidak mengakhiri hubungan kami. Dia memeluk ku erat sangat erat seperti tidak mau melepaskan ku. Dan, ia mencium bibirku tuk yg pertama kali.

 

2 bulan kemudian, surat kaleng itu jarang ada yg mengirim lagi padaku tepatnya tidak ada. Aku tidak tahu, apa yg ia lakukan hingga surat kaleng itu tidak ada lagi yg mengirim.

 

~.~.~

Chuu..

 

Aku tersentak ketika seseorang mencium ku tiba-tiba. Ternyata, orang itu adalah Kwon Ji Yong. Aku memukul bahunya pelan, ia hanya terkekeh lalu duduk disamping ku.

 

“Sudah lama?” Tanya nya

“Tidak lama.” Jawab ku, tiba-tiba ia memeluk ku erat.

“Tolong biarkan seperti ini, aku lelah dan aku sangat merindukanmu.” Aku membiarkannya memelukku.

 

Oppa, badan ku pegal..” Keluh ku. Tak lama kemudian, ia melepaskan pelukan nya. Chu.. Dia mencium bibirku tiba-tiba. Aku mencoba melepas dan berhasil. Ada yg aneh dengan sikapnya sekarang.

Oppa..” Keluh ku lagi dan aku menjaga jarak dengannya. Wajah nya terlihat frustasi.

Ne, mianhae..”

Oppa ada apa?” Tanya ku

“Tidak ada, ah kau sudah memesan makanan?” Tanya nya mengalihkan pembicaraan.

“Belum.” Jawabku singkat

“Baiklah.. Aku pesankan makanan dulu.” Tiba-tiba ponsel nya berdering menandakan pesan masuk. Aku ragu tuk membuka nya tapi aku penasaran akhirnya, aku membuka pesan itu karena penasaran.

 

‘Hyeong, bagaimana dengan tawaran ku tadi? Yeoja mu untukku saja ya..’

 

Apa-apaan ini maksudnya? Apa dia berniat menjual ku?

 

Chagi, kenapa cemberut seperti itu?” Aku masih memegang ponselnya, ia mengerutkan kening.

Oppa, mianhae tadi ada sms masuk dan aku membaca nya.”

Ne gwaenchana, kau boleh kok mengutak-atik ponsel ku. Aku tidak ingin ada salah paham di antara kita.”

“Tapi oppa..” Aku menggantungkan ucapanku.

“Tapi apa?” Tanya nya, aku membuka pesan masuk yg barusan tadi. Lalu, menunjukkannya.

“Ini apa?” Tanya ku, dengan santai ia mengambil ponsel nya dan menaruh di meja.

“Jung-a, itu ..” Seketika itu, pelayan cafetaria itu datang membawa makanan.

Gamsahamnida..” Ucap Ji Yong, pelayan itu hanya tersenyum dan pergi.

“Di makan dulu, nanti keburu dingin.” Perintah nya mengalihkan pembicaraan.

 

Lalu, aku mengambil garpu tuk memakan ramyeon dihadapanku. Pada suapan ketiga, aku merasakan aneh pada masakan ini. Apa ini makanan basi? Kenapa kepala ku menjadi pusing? Dan seketika itu, semua menjadi gelap.

~.~.~

 

Keesokan nya, aku terbangun dan menyadari aku sudah di apartement ku. Aku merasa badan ku pegal dan pakaian ku agak kusut. Dan, aku tidak mengerti bagaimana bisa sampai disini? Dan, apa yg terjadi semalam.

 

 

~flashback end~

 

Ku lihat namja di depan ku menegang.

Gwaenchana?” Tanya ku sambil menyentuh lengan nya. Ia hanya mengangguk pelan.

“Teruskan?” Pinta nya.

“Yaah, seminggu kemudian aku merasakan tidak enak badan juga disertai muntah-muntah. Aku memutuskan ke apotek tuk membeli obat sakit panas, dan sedikit berkonsultan pada apoteker. Dia bilang itu gejala hamil, karena aku tidak percaya ia menyuruhku memakai testpack. Lalu, aku mencoba nya dan.. Seperti yg kau lihat sendiri. Aku positif hamil. Dua hari kemudian, aku mencoba hubungi dia namun gagal. Pada akhirnya, aku bertemu dengannya di supermarket dan aku mengajaknya kerumah ku tuk berbicara tentang masalah ku ini. Setelah ku beritahu, sikap nya jadi aneh. Ia seperti jijik padaku, ia menyuruh ku tuk menggugurkan kandunganku tapi aku tidak mau. Akhirnya, ia pergi dan menghilang tidak tahu kemana.” Aku menundukkan kepala ku ke bawah.

 

Mianhaeyo..” Ucap nya

“Untuk apa?”

“Karena aku terlambat..”

“Apa maksudmu?”

“Aku terlambat, aku bodoh. Andai saja, kita bisa bertemu lebih awal pasti aku akan menjaga mu.”

“Tidak apa, jangan seperti orang menyesal dong. Nasi sudah menjadi bubur, tapi kalau kau terus2an merasa menyesal.. Hmm mainkan gitar untukku satu lagu.” Pintaku

“Lagu apa?”

A Thousand Years, tunggu aku ambil gitar ku dulu.” Aku melangkah kan kaki ku ke dalam kamar dan mengambil gitar ku yg sudah lama tidak ku pakai.

 

“Nih..” Aku menyerahkan gitar ku padanya. Dia mulai memetik senar demi senar itu. Dan terdengar seperti instrument lagu A Thousand Years. Aku menutup mata ku mencoba tuk menikmati alunan petikan gitar itu. (saran à pas dibagian part ini coba dengarkan lagu yg di arranged oleh Sungha jung – A thousand years / my heart will go on).

 

“Aku.. Aku ingin menjelaskan sesuatu.. Tapi ku harap kau tidak menjauhi ku setelah kau tahu semuanya.” Ucap nya, aku menatapnya tidak mengerti.

“Aku.. Tidak mengerti.” Lalu, ia menarik ku keluar apartement dan berjalan ke arah yg tidak ku ketahui.

Setelah sampai disebuah apartement, ia terus menarikku tuk masuk ke dalam satu kamar yg ku yakini itu adalah rumah nya.

 

“Yak! Ada apa?” Tanya ku, ia tidak menjawab pertanyaan ku hingga langkah kami berhenti pada satu ruangan yg hanya ada foto-foto dirinya bersama Ji Yong, oh my! Dia mengenali Ji Yong oppa? Aku melepaskan tangan ku dan menghampiri foto-foto itu.

“Ini semua.. Apa kalian saling mengenal?” Ia mengangguk lemah lalu ia berlutut dan menundukkan kepalanya.

“Seberapa kenal?” Cetusku

“Sebelum kalian berpacaran, aku sudah mengenalnya.”

“Tolong jelaskan ini semua!” Perintahku, pandangan ia melemah.

Jeongmal mianhaeyo.. Aku benar-benar bodoh. Aku mematuhi perintah hyeong aku sangat bodoh..” “Apa maksudmu? Cepat jelaskan ke bagian intinya!”

“Pada malam itu.. Ji Yong hyeong terlihat frustasi dan ia mencurahkan keluh kesalnya padaku. Ia berkata bahwa seorang temannya ingin memilikimu dan orang itu bersedia membayar berapa saja demi mendapatkan mu. Karena, kalau tidak karir nya akan hancur. Kau tahu kan kalau dia artis terkenal? Jadi, dia tidak tahu harus bagaimana lagi, hingga ia meminta ku tuk membantu nya. Malam itu, ia sengaja mengajak mu kencan tuk meluruskan niat nya, bisa dibilang niat busuk karena ia ingin memiliki mu seutuh nya. Jadi, ia memasukkan sesuatu ke dalam makanan mu hingga kau tak sadarkan diri dengan dosis sedang. Dan pada saat itu lah Ji Yong hyeong menodai mu di hotel dekat tempat mu bekerja. Ia hanya meminta ku tuk mengantarkan mu pulang ke apartement mu. Aku menuruti perintahnya. Setelah membawa mu pulang aku tidak tahu lagi apa yg terjadi selanjutnya. Tetapi, sungguh aku tidak tahu semua rencana ini. Aku tahu ini semua dari namja yg ingin membeli mu itu. Dan ia pun bercerita bahwa ia juga bertaruh pada Ji Yong hyeong tuk tidur denganmu. Aku tidak mengerti apa yg dipikirkan orang itu. Karena, aku tugas ku hanya membantu mu pulang kembali. Hingga akhirnya, hyeong mau meniduri mu.” Jelasnya, ia berlutut menyesal.

“Lalu, mengapa Ji Yong oppa tidak mengakui nya?”

“Aku tidak tahu aku benar-benar tidak tahu! Setelah dia menodai mu, ia menjadi brutal sering ‘bermain’ dengan wanita lain. Dan parahnya lagi, orang gila yg bertaruh itu tersenyum puas ketika hyeong menyesal dan meneguk wine hingga berbotol-botol. Aku tahu dia mencintaimu tapi …”

Arraseo.. Mungkin karena tubuh ku sudah kotor ia tidak mau lagi padaku.” Aku mencoba tegar

Gomawoyo sudah memberitahu ku.” Aku melangkah kan kaki ku pintu utama.

“Tungguuu.. Jangan pergi..” Langkah ku berhenti.

Mian, aku hanya butuh waktu tuk meredam semuanya.” Aku tersenyum getir menahan air mataku dan melanjutkan lagi keluar ruangan.

 

BLAMM!!

 

Terdengar suara teriakan dari dalam kamarnya.

“JUNG-aa!! MIANHAEYO!! JEONGMAL MIANHAEYO!!”

Aku menghapus air mataku yg sedari tadi menetes di pipiku.

 

^.^.^

Cahaya matahari pagi lagi-lagi masuk menyelinap disela-sela hordeng ku. Dengan enggan aku bangun dari tempat tidur ku.

 

Aku mengecheck ponsel ku, ada 13 panggilan tak terjawab dan 5 pesan masuk dari yg nomor tidak dikenal. Pesan itu berisikan minta maaf. Lalu, aku mulai mengetik pesan singkat.

 

‘tolong, jangan ganggu aku! Aku hanya butuh waktu. Tolong!!’

 

Sehabis itu, aku menekan tombol send ke nomor tersebut.

 

^.^.^

 

Seminggu kemudian..

 

Tingg .. Toongg..

 

Aku membuka pintu utama ku. Dan disana ada tukang pos yg membawa amplop cokelat terbungkus rapih.

 

“ Jung- ssi?” Tanya nya

Ne..”

“Ini ada kirimiman, tolong tanda tangan disini.” Aku menanda tangani kertas yg telah disediakan.

“Terima kasih.” Ucap ku, ia hanya tersenyum dan pergi.

 

Aku menutup pintu dan berjalan ke ruang tengah. Aku membuka amplop itu pelan-pelan.

 

To = Jung

 

Setelah bungkusannya terlepas, ada 2 buah tiket konser yg tema kan ‘IRONI’ di dalamnya. Aku tidak tahu ini konser siapa. Dan konsernya pun malam ini. Aku bingung tiket ini untuk ku apakan, tiba-tiba aku punya ide tuk mengajak Ji Sun eonni datang ke konser tersebut. Aku mengambil ponselku dan menelponnya.

 

Eonni..”

Ne, waeyo Jung-a?”

“Aku barusan dapat tiket konser tuk 2 orang. Mau kah eonni temani aku tuk menonton konser itu?”

Jinjja? Boleh boleh. Kapan konser itu dimulai?”

“Malam ini, jam 8 malam.”

“Oke nanti malam aku jemput kamu.”

Ne eonni.”

 

-pipp-

 

~.~.~

20:00 KST

 

@ xxx

 

“Benar ini tempat konsernya?” Tanya Ji Sun eonni

Ne, waeyo eonn?”

“Aku seperti nya tidak asing dengan tempat ini.” Aku juga merasa begitu, seperti pernah ke tempat ini. Begitu banyak fans nya yg membawa towel dengan nama Jung SungHa. Ada yg menulis di karton, ‘SungHa MARRY ME!!’ Tapi aku tidak tahu siapa itu Sungha Jung. Ingin ku tanyakan pada Ji Sun eonni namun ku urungkan niatku.

 

Kami duduk di bangku VIP yg tertera pada tiket tersebut. Setelah penonton semua sudah masuk, lampu dipadamkan dan hanya menyala pada satu titik. Aku melihat namja berjalan lalu duduk di bangku yg telah disediakan di panggung.

 

“Itu Sungha Jung.” Ucap Ji Sun eonni. Jujur aku masih tidak tahu siapa Sungha Jung.

 

Lalu, namja itu menunduk dan mulai memetik gitar nya dengan lagu ‘My Heart Will Go On’

Entah mengapa, aku ingat pada namja yg waktu itu. Aku menutup kedua mata ku dan merasakan nikmat nya alunan petikan gitar itu. Tiba-tiba terbesit bayangan namja itu di pikiran ku. Dengan cepat aku membuka mata dan ternyata lagu itu sudah habis. Dan kini, ia sedang berinteraksi pada MC.

 

“Saya sangat senang pada malam ini karena banyak orang spesial yg datang pada konser ku ini.” Ucap nya, terdengar riuh sorai dari penonton.

“Orang spesial? Siapa dia, kalau boleh tahu?” Tanya MC.

“Orang itu adalah orang tua saya dan..” Wajah nya menatap wajah MC itu,

“Dan siapa?” Tanya sang MC penasaran.

“Dan seseorang hehe.” Teriakan penonton semakin histeris. Namja itu, turun dari panggung menuju deretan bangku penonton VIP. Ia menuju ke tempat ku dan Ji Sun eonni duduk. Setelah sampai, ia menatap ku dan tersenyum. Ya, aku mengenal senyum ini. Sungha Jung ternyata dia adalah namja yg waktu itu. Oh God! Can’t believe it!

Teriakan penonton semakin lama semakin histeris.

Oppa!! Marry me!!”

“Sungha marry me!!”

 

Lalu, Sungha Jung menarikku ke atas panggung. Aku sedikit kikuk tidak tahu apa yg harus ku lakukan tetapi mata nya mengisyaratkan tuk mengikuti perintahnya.

 

Sesampai diatas panggung, ia duduk dan aku berdiri disampingnya. Kemudian, ia melantunkan lagu yg tidak asing lagi yaitu A Thousand Years. Aku berdecak kagum pada nya. Air mata ku terus-terusan mengetes. Hingga di akhir intro lagu tersebut ia membuka mulutnya,

I love you for a thousand years, Jung ssi.” Kemudian, ia menarik tangan ku dan ia merogoh saku nya. Mengeluarkan benda kotak persegi empat lalu membuka nya.

 

Would you be my unintended? I’ve waited for long since we first met. Please be my shine when i wake up in the morning, cook for me and our daughter and son, watch movie together, always smile for me, laugh for me, also all yor love for me. Would you be my first and last?

Hatiku terus berdebar tak karuan, air mataku terus menerus berjatuhan. Tenggorokanku tercekat susah sekali tuk mengeluarkan suara, dengan sekuat tenaga aku mengeluarkan suaraku, “ya, I do. I do..” Dia berdiri dan langsung memelukku erat.

Gamsahamnida, Jung-a! Saranghaeyo..” Ucap nya

Nado Sungha..” Balas ku singkat.

~.~.~

Setelah konsernya selesai, Sungha Jung memperkenalkan ku pada orang tua nya. Mereka menerima ku dengan baik. Dan mengharapkan aku dan Sungha cepat menikah._.

 

“Aku pulang bersama Ji Sun eonni saja ya, kamu masih sibuk kan?” Tanya ku

“Sebenarnya iya, tapi tidak apa-apa tidak ku antar?” Aku mengangguk pelan, ia memelukku erat.

“Setelah ini, aku akan kerumah mu ya. Jangan kemana-mana, hati-hati dijalan.” Lanjut nya, aku mengangguk lagi.

“Ddaah..” Aku berbalik dari hadapannya dan menghampiri Ji Sun eonni.

 

@ apartement

 

Ji Sun eonni hanya mengantarku sampai depan apartement karena sudah larut, ia tidak ingin berlama-lama di jalan.

 

Aku berjalan ke kamar mandi tuk mencuci wajah ku dan menyikat gigi ku.

Setelah selesai, aku melangkah kan ke ruang keluarga tuk menunggu kedatangan namja ku.

 

Tingg toongg..

 

Aku berlari kecil ke arah pintu utama dan segera membuka nya. Seketika, aku terpaku pada pandangan didepan ku. Ji Yong oppa sedang di rangkul dengan yeoja yg tak ku kenal dalam keadaan mabuk.

 

“Benar kau yg namanya Jung Hye Bin?” Tanya yeoja itu.

Ne.. Ada apa?”

“Ini aku serahkan dia. Dia minta ku antarkan kesini.” Yeoja itu menyerahkan Ji Yong oppa padaku.

“Tapi, ini bukan rumah nya.” Elakku

“Hah? Terserah kau lah mau kau apakan orang ini, aku sudah capek melayaninya.” Ucap nya enteng, aku membulatkan mataku mendengar ucapannya. Tetapi, Ji Yong oppa mendorong ku kuat hingga aku sedikit tersungkur ke belakang. Ia kembali ke pelukan yeoja itu.

 

Tiba-tiba, Sungha Jung sudah berdiri dibelakang yeoja itu.

“Jung-ayeoja itu berbalik dan memandang namja ku.

Oh my! Sungha Jung? Neomu kyeoppta.” Aku hampir muntah mendengar perkataan yeoja itu.

“Cepat pergilah, aku tidak suka bau alkohol disini. Dia sudah tidak ada urusan lagi dengan calon istri ku.” Perintahnya lagi, yeoja itu akhirnya pergi membawa Ji Yong oppa. Walaupun hatiku sakit tapi itu sudah menjelaskan semuanya dengan kejadian tadi.

 

Blam!

 

Namja itu menutup pintu apartement ku pelan. Lalu, mengikuti ku ke ruang keluarga.

 

“Kau tidak lapar?” Tanya nya

“Tidak, terima kasih.” Jawab ku singkat

 

Sreettt..

Dia menarikku ke sofa, hampir saja aku terjatuh karena tarikannya sangat kencang.

“Uoooohhh..”

“Ahaha mianhaeyo..” Dia mendekatkan dirinya padaku.

“Kau tidak menginginkan baso tusuk?” Tanya nya

“Tidak..”

“Lalu, kau mau apa? Nanti kalau anak kita kelaparan bagaimana?” Ia memegang perut ku frustasi.

“Aku mau ini..” Aku menarik kerah bajunya dan mencium bibir nya sekilas.

Saranghaeyo Sungha Jung.” Ucap ku di sela-sela ciumanku, ia hanya membalas dengan mengecup bibirku.

 

 

-the end-

 

Quote: Jangan pernah terfokus pada satu cinta yg hanya melihatmu pada saat kamu bahagia saja, karena itu akan membuktikan bahwa ia bukan lah cinta sejati mu – Jung Hye Bin

 

 

tolong dicommentnya, gamsahamnida :)

A Thousand Years (Part 1)

faul

 

Author: Faul

 

Cast : Kwon Ji Yong

Jung Hye Bin

Sungha Jung

 

Genre: tentuin sendiri ..

 

Prolog

 

Kenyataan pahit adalah ketika seseorang tidak bisa menerima apa yg harusnya tidak terjadi.

 

 

Oppa, aku.. pregnant!” Ucap ku lemah. Kedua matanya langsung terbuka lebar menatap mata ku tajam.

Mwo? Pregnant?” Dia langsung membuang wajah nya tak ingin menatap ku.

“Tapi.. Tapi aku sungguh belum pernah melakukannya oppa..” Elak ku sedikit membela diriku, ia menoleh kan wajah nya ke arah ku namun dengan tatapan jijik melihat ku bagaikan aku adalah mahluk terkotor di dunia ini yg melakukan nya dengan sengaja. Tapi seingat ku aku tak pernah melakukan apa pun.

 

Namja?

Namja hanya Kwon Ji Yong yg ku kenal dan hanya dia lah yg dekat dengan ku dan sering kerumahku. Karena dia lah kekasih ku. Setahu ku,  Aku belum pernah melakukan hubungan ‘intim’ dengannya dan tidak dengan siapa pun.

 

Pregnant?

Aku bahkan tidak mengerti mengapa aku bisa pregnant. Seperti ku bilang, aku tidak pernah berhubungan intim pada siapa pun. Hanya saja sebelum aku tidur aku mencium boneka shaun the sheep ku dulu baru aku tidur. Masa boneka ku yg menghamiliku? Masuk akal? Tidak kurasa.

 

Kiss?

Aku hanya kissing dengan Kwon Ji Yong oppa sebanyak 2 kali dan sisanya pada boneka shaun the sheep ku ketika mau tidur. Jadi tidak mungkin.

 

Testpack?

Apa perlu aku mentestpack ulang? Karena ini benar-benar tidak masuk akal kurasa sungguh tidak masuk akal.

 

“Gugurkan..” Sahut Ji Yong dingin,

Mwo? Gugurkan? Bahkan aku tidak tahu siapa bayi ini dan kau.. Oh Kwon Ji Yong, dimana otak mu? Mengapa kau menjadi ..” Ji Yong memotong pembicaraan ku, “Lalu kau mau apa? Membesarkannya sendirian? Apa kau gila? Apa kata orang-orang ketika melihat mu hamil tanpa suami dan juga bukan pacar mu yg melakukannya? Hah?” Ia meninggi kan suaranya membuat nyali ku menjadi ciut.

 

“Tapi.. Tapi oppaa..” “Tidak ada tapi-tapi, kau bilang cinta padaku selamanya kan? Cepat gugurkan sekarang juga atau kalau tidak kita tidak akan pernah bertemu lagi.” Dia beranjak dari duduk nya dan pergi keluar apartement ku. Aku menatap kepergiannya bagaikan anak kucing yg tidak diberi susu rasanya sangat menyakitkan.

 

BLAM~ ia menutup keras pintu nya hingga membuat ku terkaget. Tak lama kemudian, air mata ku terjatuh dan disusul dengan suara jeritan dari mulutku.

 

Aigoo, cobaan ini terlalu berat. Apa yg telah Kau lakukan padaku? Bahkan kebahagian ku belum berjalan selamanya.”

 

Aku mencoba merebahkan diriku di sofa namun aku merasa perutku terkoyah membuat ku berlari ke washtafel.

 

“Huweeeekkk~ huweeek~..” Setelah pembuangan keempat, aku menyeka keringat juga membersihkan mulut dan wajah ku.

 

Aku terduduk di dekat washtafel meratapi nasib buruk ku ini ah tidak, bahkan sangat buruk. Aku tidak tahu apa yg terjadi, dan mengapa aku bisa hamil.

 

Oppa..” Aku memanggil nya dalam tangisku. Dengan sekuat tenaga aku bangkit dan mencari ponsel ku.

 

Aku mencari nama Ji Sun eonni di phonebook ku setelah ketemu, aku menelponnya.

 

Eonni..”

“Ada apa, Jung-ah?” Tanya nya diseberang sana.

Eonni… Tolong akuu tolong..”

“Ada apa? Bicara yg benar, sayang. Aku tidak mengerti yg kamu katakan.”

Aku sedikit berdeham,

Eonn, bisakah eonn ke apartement ku, jebal?”

“Ne, 15 menit lagi aku sampai disana.”

 

~.~.~.~

15 menit kemudian..

 

Aku terus melirik jam dinding ku, tangan ku terus meremas bantal disofa. Keringat terus mengucuri di pelipis mataku.

 

Ting toooong..

 

Aku segera bangkit dari duduk ku dan berlari kecil menuju arah pintu. Habis itu, aku membuka pintu dan disana Ji Sun 98]lgfq sudah datang sendirian tidak bersama Seungri oppa ataupun Ji Yoon. Sesegera aku memeluk nya.

Eonni.” Rintih ku, kepala ku pindah di bahunya.

“Ada apaa?” Ia bertanya sambil memegang kepala ku dibahunya.

Aku mendongakkan kepala ku dan mengisyaratkan tuk duduk.

 

Eonni, aku.. Aku takut.. Ji Yong oppa meninggalkan ku. Yeah, dia pasti akan meninggalkan ku karena karena kesalah pahaman yg membuat ku seperti ini…” Ji Sun eonni tidak mengerti apa yg ku bicarakan hingga ia memotong pembicaraan ku.

“Jadi, intinya kau kenapa?”

“Aku.. Aku hamil, eonn.” Ji Sun eonni menutup mulutnya, terlihat matanya tidak percaya hingga mengeluarkan air matanya.

“Ha.. Hamil? Tapi dengan siapa?”

“Aku tidak tahu eonn, pasti eonn akan jijik kan pada diriku ini. Aku sudah kotor eonn, aku nappeun yeoja.” Lirih ku, Ji Sun eonni menenangkan ku di pelukannya.

“Aku harus membesarkan bayi ku ini sendirian, eonn. Mengapa Tuhan begitu jahat?”

Ji Sun eonni berdiam sejenak,

 

“Sabar, aku akan siap membantu mu merawat kandunganmu. Masalah dengan Ji Yong.. Biar aku yg mengurusnya.” Hati ku sedikit lega mendengar pertolongan Ji Sun eonni.

“Dan, tolong maafkan Ji Yong ya dia memang seperti itu.” Lanjut nya.

Aku mencoba tersenyum walaupun terlihat masam.

Ne, eonni! Gomawoyo.. Hatiku sekarang benar-benar sudah lega.” Aku melepaskan pelukan ku dan menghapus air mataku.

 

“Jadi, apa yg pertama kita lakukan?” Tanya ku

“Kita belanja tuk kebutuhan mu. Kajjaaa~”

Hatiku sedikit terhibur dengan rencana pertama ini. Kami pergi ke supermarket tuk kebutuhan ku. Ia menarikku ke rak susu khusus ibu hamil, ke rak sayur-sayuran segar, ke rak ikan tapi aku hanya menjauh karena tiba-tiba perutku sedikit memberontak.

 

“Amis ya? Itu wajar saja kok. Memang kalau sedang hamil penciuman nya itu sensitif jadi jangan pernah kaget ya hehe.” Ucap nya, aku tertawa renyah sedikit aku bisa melupakan nasib bodoh ku ini.

 

Sementara Ji Sun eonni ke rak ikan, aku mencari makanan cepat saji agar aku tidak usah repot-repot memasaknya. Setelah sampai di rak makanan cepat saji, aku berjinjit karena makanan yg aku mau terletak sangat tinggi sekali.

Tiba-tiba ada orang bertubuh tegap lebih tinggi dariku membantu ku mengambil nya dan memberikan padaku.

 

“Butuh ini?” Tanya nya

“Ya, gamsahamnida..” Ucap ku, ia hanya tersenyum.

“Kau sedang hamil?” Omo! Bagaimana ia bisa tahu?

“Ah ne, kok kamu bisa tahu?” Tanya ku sedikit salah tingkah

“Aku melihat dari makanan yg kau inginkan. Kan itu makanan cepat saji untuk ibu hamil.” Ucap nya santai, aku hanya mengangguk.

“Oh iya sekali lagi terima kasih ya.” Aku membungkukkan tubuh ku lalu pamit darinya.

 

Aku menghampiri meja kasir, disana Ji Sun eonni sudah menunggu ku.

Ia membayar semua kebutuhan ku dan tak lupa juga aku mengucapkan terima kasih padanya.

 

Setelah mengantar ku pulang, Ji Sun eonni izin pamit tuk pulang karena Ji Yoon menangis dan Seungri oppa tidak bisa mengatasinya.

Tanpa membereskan barang2 belanjaan di meja dapur, aku siap-siap tuk tidur tapi sebelumnya, aku mengechek ponsel ku namun nihil tidak ada telpon ataupun sms dan aku menarik nafasku lalu mengetik sms yg akan ku kirim ke Ji Yong oppa.

 

Oppa..’

 

Beberapa menit kemudian, ponsel ku bergetar. Dengan cepat aku mengambil nya dan membuka sebuah sms tapi hanya tertulis bahwa sms ku tidak terkirim. Lalu, aku berbaring namun mataku tidak terpejam. Aku terlalu memikirkan namja itu dan mungkin aku tidak bisa hidup tanpanya. Kenyataan yg sangat bodoh bukan?

^.^.^

 

Cahaya matahari pagi mulai memasuki ruang tidur ku. Ia melewati celah-celah di jendelaku hingga aku terbangun karena silauan cahaya itu.

Aku beranjak dari tidurku lalu berjalan menuju dapur.

 

“Hueeeeek.” Aku menutup mulutku dan berlari ke washtafel. Morning sickness ini memang menyusahkan. Setelah membersihkan mulutku, aku berjalan lagi ke dapur.

 

Aku membereskan barang-barang belanjaan ku hingga tertata rapi. Pagi ini aku tidak ingin sarapan entah sejak kapan, aku ingin jogging di taman. Akhirnya, mengganti pakaian dan bersiap-siap tuk jogging.

 

~.~.~

@ park

 

Aku sudah berlari kecil dari apartement ku menuju taman ini walaupun tidak jauh, aku sudah mengeluarkan banyak keringat. Dan kali ini, aku ingin duduk. Aku mencari tempat duduk kosong, namun jarang sekali ada yg kosong mengingat hari ini hari weekend tetapi aku melihat bangku yg kosong, aku segera menuju kesana.

 

Aku duduk dibangku itu sambil menghapus keringat di pelipis ku yg telah bercucuran.

 

“Ini untuk mu.” Aku melihat sebotol air mineral sejajar dengan wajah ku. Langsung saja aku melihat siapa yg memberi ku minuman itu. Ternyata..

“Kau?” Dia mengangguk dan tersenyum. Penampilannya kali ini berbeda, ia menggendong gitar nya yg ditutupi oleh sarung gitar. Aku mengambil minuman itu.

“Terima kasih.” Ucap ku dan jujur saja aku masih terheran-heran dengannya. Mungkin semalam kebetulan tapi apa pagi ini juga kebetulan bertemu dengannya? Tidak mungkin.

“Kau terus menatapku heran, ada apa?” Tanya nya yg membuyarkan pikiranku.

“Tidak ada, aku hanya heran denganmu..”

“Heran kenapa?” Potongnya

“Kau.. Apa kau ada dimana-mana?” Tanya ku asal

“Tidak.”

“Oh.”

“Tidak, karena rumah ku di daerah sini jadi aku sering berkeliaran disini.” Apa ia bilang? Rumah nya di daerah sini?

“Ah.. Apartement ku juga di daerah ini, kapan-kapan main ke apartement ku, ya?” Ajak ku, dia hanya tersenyum. Ketika ia tersenyum entah mengapa aku merasakan hawa yg berbeda. Senyum nya begitu ramah dan juga suara lembutnya.

“Boleh saja, tinggal kau sebutkan dimana apartement mu, lantai berapa dan nomer berapa? Hehe.” Ia tertawa, aku pun ikut tertawa.

“Kau bisa bermain gitar?” Tanya ku

“Tentu saja, aku bisa.” Jawabnya dan aku hanya meng’oh’kan saja.

 

Tiba-tiba ia merogoh saku nya dan ia mengeluarkan ponselnya. Ia mengisyaratkan sebentar tuk menjawab telepon, mungkin telepon dari pacarnya. Ah iya pacar? Dia sudah punya pacar belum ya? Aku mengetuk kepala ku sendiri, betapa bodohnya aku jika harus memikirkan hal seperti itu padahal aku sedang hamil.

 

Mian, aku harus pergi ada urusan mendadak. Besok kita bertemu lagi ya, disini.. Besok pagi. Ddaah..” Setelah pamit, ia melambaikan tangan lalu berbalik pergi.

 

Angin musim gugur berhembus ke arah ia pergi. Aku merasakan dingin hingga membekap tubuh ku dengan hoodie yg ku pakai.

 

Tiba-tiba perut ku berbunyi, aku merasakan calon anak ku kelaparan. Aku melihat sekelilingku mencari pedagang kaki lima yg menjual makanan. Seketika itu, sepasang mataku melihat pedagang yg menjual baso tusuk. Aku segera menghampiri nya.

 

Ahjussi aku pesan baso tusuk 2 ya.” Ahjussi itu memberi ku 2 tusuk dan aku segera melahapnya habis tanpa sisa.

Ahjussi tolong 2 lagi.” Mengapa ini enak sekali ku makan? Mungkin kah calon bayiku menyukainya? Aku telah menghabiskan 4 batang baso tusuk.

Ahjussi aku pesan 5 batang baso tusuk ya. Aku ingin bawa pulang.” Aku merogoh saku ku tuk mengambil uang. Ahjussi itu memberikan ku kantong kresek yg berisikan baso tusuk. Lalu, aku memberinya uang dan pamit pulang.

~.~.~

 

@ apartement

 

Setelah mandi, aku duduk di sofa dan menikmati baso tusuk yg dan susu sambil menonton tivi. Tidak ada siaran yg bagus pagi ini, aku terus mengganti channel yg ada. Dan aku terpaku melihat satu siaran di salah satu channel swasta.

 

HOT NEWS!

GDragon tertangkap basah berciuman dengan seorang wanita yg tidak di kenal.

 

Aku terus membaca artikel itu, air mataku tak bisa ku bendung hingga mengalir begitu saja. Baso tusuk dan susu yg ada dihadapan ku seketika aku tidak nafsu tuk memakannya walaupun perutku memberontak kelaparan.

 

Oppa..” Aku menundukkan kepala ku karena tak sanggup melihat yg barusan terjadi.

 

Setelah merasa tenang, aku menegakkan badan ku. Dan perutku terus berbunyi karena lapar. Terpaksa aku memakan baso tusuk dan meminum habis susu dihadapanku.

 

“Huweeek..” Aku berlari menuju washtafel.

“Huweeek..” Ku muntahkan semua isi perutku, baso tusuk dan susu yg ku makan.

“Huwweeeeek..”

“Huweeeek..”

Setelah itu, aku membersihkan mulutku dan berjalan ke dapur tuk mengambil air hangat.

 

Ting toong..

Aku berlari kecil ke arah pintu lalu membuka nya. Disana ada tukang pos yg ingin mengirimkan paket.

 

“Jung –ssi?” Tanya nya

Ne..”

“Ini ada paket untuk anda dan tolong tanda tangan disini.” Ia menunjukkan ku harus tanda tangan dimana. Lalu, ia memberi ku paket yg di bungkus dengan pita warna kesukaanku yaitu biru.

“Terima kasih.” Ucap ku dan tukang pos itu hanya tersenyum. Aku menutup kembali pintu apartement ku. Aku kembali melangkah ke ruang tengah dan membuka isi paket itu.

 

To : Jung

 

Aku tidak tahu calon bayi mu itu perempuan atau laki-laki. Tapi yg ku harapkan adalah kau dan calon bayi mu bisa selamat dan hidup bersamaku selamanya.

 

Aku sedikit terharu dengan kata-kata nya. Karena penasaran dengan isinya, aku membuka paket itu. Dan ternyata..

Sepasang sepatu mungil berwarna biru. Sangat lucu ku rasa, tapi aku juga penasaran siapa yg mengirim kan paket ini. Ji Yong oppa? Tidak mungkin. Namja itu? Ah tidak mungkin karena aku saja baru mengenalnya. Ji Sun eonni? Mana mungkin ia membelikan ku sepatu ini mengingat umur kandunganku baru memasuki 2 bulan.

 

Aku meletakkan sepasang sepatu itu di meja belajar ku dan aku bersiap-siap tidur karena hari menjelang larut malam.

^.^.^

 

Pagi ini seperti biasa aku akan pergi ke taman tuk jogging. Aku terlalu bersemangat karena ingin cepat-cepat bertemu dia. Ah iya namanya siapa ya? Aku bahkan tidak tahu siapa namanya. Paboo!

 

@ park

Setelah berlari kecil aku duduk di tempat yg kemarin ku duduk, berharap bisa bertemu dia? Ya memang aku mengharapkan nya. Entah aku ingin menceritakan keluh kesal ku saat ini. Aku menunggu nya dan terus melirik sekelilingku.

 

Aku melihat jam tangan ku, ini sudah 2 jam aku menunggu nya disini namun ia tidak ada. Ia sudah berjanji akan bertemu dengan ku lagi hari ini tapi.. Batang hidung nya pun tidak terlihat hari ini. Aku mencoba tuk menunggu nya lagi, aku yakin pasti dia akan datang.

 

 

Pagi telah berganti dengan siang hari namun hasilnya tetap sama, ia tidak datang ke taman padahal ia sudah berjanji akan datang. Dengan rasa malas, aku beranjak dari duduk ku dan berjalan menuju apartement ku.

 

 

Hingga keesokan harinya dan terus berlanjut hingga seminggu kemudian, batang hidung namja itu tidak muncul.

 

^.^.^

 

Ini sudah hari ke 8 aku menunggu nya tidak hanya ditaman, aku berjalan-jalan ke sekeliling daerah ku namun hasilnya tetap nihil.

Akhirnya, aku memutuskan tuk berhenti menunggu nya dan pergi ke supermarket karena persediaan susu ku sudah habis.

 

@ supermarket

 

Aku mengambil satu keranjang lalu ku rangkulkan di lengan ku. Lalu, aku berjalan menuju rak susu dan mengambil beberapa buah susu bubuk.

 

Jweisonghamnida..”

 

 

—-to be continue—-

 

 

[Oneshoot] Diary : Simple Thing

Author      : Han Hyema (IRF)

Tittle          : Diary : Simple Thing
Main Cast : Marcelina (OC) and Sehun (EXO-K)

Genre         : Romance

Rating         : PG-13

Length       : Oneshoot

Disclaiminer : The story is mine. The cast on my story belong to god. Cr-pic to ‘baltyra’

DON’T LIKE DON’T READ! PLEASE DON’T BE SIDERS!

♥Happy Reading♥

Ada kalanya aku merasa jenuh. Jenuh sama aktivitas yang itu-itu aja. Simple tapi ya begitulah. Pengen ngerasain yang lebih rumit. Supaya rasanya punya pelangi di dalam jiwa. Tapi serumit apapun, aku gak berharap kayak teman-teman yang sampai kelimpungan sama masalahnya sendiri. Continue reading

My Shinee Boy Chap 4/?

Title: My Shinee Boy

Author: J.Joker

Cast:

  • Sung Jae Yook (BtoB)
  • Jang Naeun (OC / You)
  • BTOB

Genre: ROMANCE *psti* comedy (?) .-.

Type: Chapter

Rate: PG15

Makan chiki bareng si dodot, cekidott!!

*EH BENTAR THOR! SAYA PROTES!
kenapa makan chiki mulu sih sama si dodot?  Ga sakit perut napa?

!@#$%^&*(Q@W#E$R%^&*

Kagak sakit perut woy! kan minum insana #ngaco#  -_- yaudah deh ganti.

BELI chiki dapet hadiah ROBOT

CEKIDOT!! Continue reading