The Crazy Engagement Chapter 2a

Oh Sehun | Seo Joohyun | Choi Sulli | Lee Donghae | TAO

Oh Family | Seo Family

PG-15 | Twoshoot

Han Hyema Storyline & cr-pic to MissFishyJazz

Preview Chapter 1

“Apa kau gila?! Aku tak mau!” Tolak Seohyun mentah-mentah.

“Hai apa kau kira aku mau melakukannya? Ini demi kebaikan Eommaku. Jika setelah itu keadaannya mulai membaik. Kita pikirkan cara lain.” Sehun berusaha membujuk Seohyun agar mau mengikuti rencananya.

“Apa tidak ada cara lain?” Seohyun yang sedari tadi merasa bersalah pun masih keberatan dengan rencana gila milik Sehun itu.

“Tidak ada. Itu satu-satu cara yang membuat ibuku merasa lebih baik dan kita tidak perlu melakuakan hal gila yang orangtua kita rencanakan.”

“Dengan pura-pura bertunangan begitu?” Tanya Seohyun sinis dan Sehun mengangguk pasti.

 

HAPPY READING ALL^^

Hal yang benar-benar memuakkan telah di putuskan keduanya. Mata Seohyun benar-benar ingin menangis karena kesalnya akan tindakan yang ia anggap begitu bodoh. Dan lebih bodoh pula ia melakukannya. Sedangkan manusia pembawa rencana menghebohkan itu sedang asik tersenyum di depannya. Mungkin bukan tersenyum. Hanya sekedar pura-pura tersenyum ramah.

Semuanya berawal pada sebuah keputusan untuk berpura-pura bertunangan demi ibunda Sehun, Nyonya Oh. Rencana ini di susun oleh Sehun dan di perankan olehnya dengan tambahan pemain Seohyun. Cukup menarik dan dengan scenario yang belum di tentukan. Dan kalian ingin mendengar apa yang di katakan Seohyun?

“Apa kau ingin membunuhku, hah?” Continue reading

The Crazy Engagement – Chapter 1

Han Hye MA © 2012 PRESENTS

The Crazy Engagement – Chapter 1

Oh Sehun | Seo Joohyun | Choi Sulli | Lee Donghae |  Tao

Oh Family | Seo Family

Family | Romance |PG-15 | Two shoot

Hyema balik bawa The Crazy Engagement. Moga semuanya pada suka dengan FF karya saya ini. Mohon bantuannya buat RCL dan itu benar-benar membantu saya buat penulisan FF saya kedepannya. Buat Nana saeng, Hyema Eon benar-benar mengucapkan terima kasih atas bantuannya. –CrPicture @MissFishyJazz

Keep RCL and for Siders, don’t make me cry. Please RCL like another readers. PLAGIAT? You’re NG! Continue reading

[Oneshoot] Diary : Simple Thing

Author      : Han Hyema (IRF)

Tittle          : Diary : Simple Thing
Main Cast : Marcelina (OC) and Sehun (EXO-K)

Genre         : Romance

Rating         : PG-13

Length       : Oneshoot

Disclaiminer : The story is mine. The cast on my story belong to god. Cr-pic to ‘baltyra’

DON’T LIKE DON’T READ! PLEASE DON’T BE SIDERS!

♥Happy Reading♥

Ada kalanya aku merasa jenuh. Jenuh sama aktivitas yang itu-itu aja. Simple tapi ya begitulah. Pengen ngerasain yang lebih rumit. Supaya rasanya punya pelangi di dalam jiwa. Tapi serumit apapun, aku gak berharap kayak teman-teman yang sampai kelimpungan sama masalahnya sendiri. Continue reading

[1st] Blue Blood

 

Author : Han Hyema (Naylajacobsquincy)

Main Cast : Rd. Ajeng (OC), Cho Kyuhyun, Xi Luhan, Jo Youngmin

Supp. Cast : Lee Jieun (IU), Han Hyena, Kerta Song (OC)

Genre : Political Kingdom, School, Romance

Rating : PG-13

Disclaimer        : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me. The plot, of course my own.

A/N : Don’t be plagiator. Don’t be SIDERS! Please RCL, aku pengin tau seberapa jauh kemampuanku dalam hal menulis.  Aku nulis ff ini dengan perjuangan dan referensi berjubel, jadi mohon hargai ya?

HAPPY READING >>> [1st] Blue Blood <<< Hyema Storyline

Ajeng tersenyum mendapati Luhan sudah berada disampingnya.

“Kau banyak berubah” Luhan melempar beberapa makanan ikan ke dalam kolam. Ajeng menoleh “Apakah begitu terlihat?” Luhan mengangguk dan keduanya pun tersenyum.

“Apa kau bahagia?” Luhan memandang Ajeng sambil mengulum senyum. Ajeng terdiam, ia bingung harus menjawab apa.

“Aku bertanya padamu” Ajeng masih diam, air matanya mulai mengapung dipelupuk mata.

“Ajeng? Jawab pertanyaanku” Ajeng masih terdiam dan kini ia mulai terisak.

“Cukup! Apa kau mengundangku hanya untuk bertanya ini? Jika ia aku akan pergi” Ajeng membalikkan badan dan pergi. Luhan mengejarnya dan memeluk Ajeng dari belakang.

“Maafkan aku” Keduanya menangis.

“Maafkan aku” Luhan semakin mendekap Ajeng. “Aku tak bisa melakukan apa-apa” Keduanya terdiam sesaat dalam posisi yang sama sampai akhirnya Luhan melepaskan dekapannya.

“Maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukan ini. Maaf kalau aku begitu lancang” Luhan pun pergi.

“Kau begitu kejam. Mulai sekarang aku akan membencimu untuk selamanya” Ucap Ajeng setengah berteriak. Ajeng pun menangis kembali, ia merasakan dadanya terasa sesak.

Luhan berhenti melangkah “Seharusnya kau membenciku dari dulu, baguslah jika kau membenciku” Ucap Luhan tanpa berbalik dan Ajeng yang mendengarnya terduduk ditanah sambil menangis memandangi punggung Luhan yang terus menjauh dan menghilang.

“Kau begitu kejam, aku sangat membencimu!” Ajeng masih menangis dan ia terus menggumam ‘Kau kejam! Kau kejam Pangeran Luhan! Kau sungguh kejam!’

Disisi lain, Kyuhyun melihat semua itu dan tanpa terasa menitihkan air mata.

“Maafkan aku. Ini semua salahku. Tapi aku juga tidak bisa melepaskanmu. Maafkan aku Ajeng” Ucap Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Ajeng yang masih terduduk di tanah sambil menangis. Continue reading

[Prolog] Blue Blood

Author : Miza Kim (Quincy)

Main Cast : Rd. Ajeng (OC), Cho Kyuhyun, Xi Luhan, Jo Youngmin

Supp. Cast : Lee Jieun (IU), Han Hyena, Kerta Song (OC)

Genre : Political Kingdom

Rating : PG-13

A/N : Don’t be plagiator. Aku nulis ff ini dengan perjuangan dan referensi berjubel, jadi mohon hargai ya?

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, 2011.

Tirai itu terbuka, merah warnanya seperti tirai pertunjukan opera. Aku berdiri di tengah panggung dengan sebuah mimbar di depanku. Aku merasa seolah-olah menjadi pusat dari ribuan pasang mata yang menatapku dengan berbagai macam arti yang tak ku mengerti. Aku begitu ..

“Para hadirin yang saya hormati, tepat berada di samping saya ada seorang gadis cantik yang saya yakini anda sekalian mengetahui siapa yang saya bicarakan”

Aku menengok ke samping. Tepat di sampingku berdiri seseorang yang sangat aku kagumi dan juga adalah orang yang paling aku sayangi. Dan karena ia pula, aku berdiri di atas panggung ini. Aku begitu ..

“Para hadirin, gadis ini adalah sebuah bunga yang akan menjadi pemimpin tahta atas sebuah tanggung jawab yang tidak dapat aku emban. Bukan karena factor kecantikan atau sejenisnya. Melainkan karena kecakapan dan serapan ilmu yang banyak ia peroleh, sejujurnya saya sangat mengaguminya ”

Memandang mata hitamnya, aku menjadi begitu lemah. Tahta adalah kesalahan pertama yang ia buat padaku. Tahta yang membuat aku harus berada di sini. Tahta yang menjadikan aku harus patuh pada tradisi dan pakem yang selalu kami junjung tinggi. Dan karena tahta dan pakem itulah ia berada di sampingku dan bukannya berada di tempatku berdiri.

“Tolong berikan tepuk tangan anda yang meriah, untuk adikku, untuk putri mahkota yang kelak suaminya akan menjadi penerus Sultan. Ingkang  jumeneng kaping Kanjeng  Putri Ajeng Dwi Hamengku Buwono Hadiningrat  Ing Ngayogyakarto. (Yang bertahta ke Kanjeng Putri Ajeng Dwi Hamengku Buwono Hadiningrat di Yogyakarta)”

Aku tersenyum, mencoba untuk tenang. Kini aku berada di atas tahta untuk mencari seorang pendamping yang sama. Maksudku, alasan yang mengharuskan Kakanda Bagus meninggalkan tahtanya. Alasan yang membawaku berada disini, berada di depan bangsawan, abdi Dalem, dan kawula Dalem. Alasan yang membuatku begitu sangsi akan posisi ini, alasan yang membuatku harus mengubah seluruh hidupku. Alasan yang sama dengan Kakanda Bagus, keturunan darah biru. Istrinya tak memiliki itu. Lalu bagaimana denganku?

***

Oxford Valley, PA. 2012

Pintu berderit nyaring. Suara deru mobil pun tak terdengar lagi. Kini hanya ada derap langkah menaiki tangga yang terdengar.

“Hyung, untuk apa kau datang kemari?” Luhan terkejut ketika mendapati hyung dan namdongsaengnya berada dirumahnya. Keduanya duduk santai di sofa ruang keluarga dan menatap Luhan yang berada di bibir tangga dengan senyuman yang tak bisa di artikan.

“Waeyo? Apa kami tak boleh main?” Tanya Kyuhyun sinis.

“Aish .. aniyo. Aku hanya terkejut saja. Tapi, apa yang membawa kalian kemari? Aku tahu kau bukan tipe hyung yang ramah pada adiknya” Youngmin tertawa mendengar perkataan hyungnya sedangkan Kyuhyun semakin melipat tangannya dan menyuruh namdongsaengnya duduk.

“Kita disuruh pulang” Ujar Kyuhyun singkat dengan nada acuh seperti ciri khasnya. Luhan menyerngitkan dahinya.

“Kembali ke istana?” Luhan mencoba memastikan lagi apa ucapan hyungnya benar atau salah. Karena ada hal yang tak mungkin terjadi pada hidup Luhan yaitu kembali ke istana sebagai seorang pangeran.

“Ne hyung, Yang Mulia menyuruh kita pulang segera  dan itu termasuk Luhan hyung” Youngmin mencoba menjelaskan pada Luhan, namun Luhan meminta waktu untuk berfikir.

“Kau tau aku ingin sekali pulang tapi ketika melihat sekitar aku jadi sangsi. Karena aku tidak seperti kalian. Aku hanya anak selir yang bukan dari keluarga bangsawan. Aku berbeda dari kalian dan akan berbeda sambutan dari pihak istana walaupun Yang Mulia yang menyuruhku untuk kembali” Luhan menatap Kyuhyun dan Youngmin secara bergantian dengan senyum dipaksakan.

“Apa hyung benar-benar tak mau pulang? Sudah beberapa tahun hyung hidup disini sendirian. Kami terpaksa harus selalu berbohong bahwa hyung bersama kami di Canada. Hyung tolong pikirkan kembali, kami benar-benar khawatir” Youngmin berdiri dan memegang pundak Luhan dan tersenyum. “Pikirkan kembali, hyung sudah 4 tahun tidak kembali ke istana” lanjutnya.

“Sudah ayo kita pergi” Kyuhyun bangkit dan menarik youngmin turun.

Saat sampai di bibir tangga Kyuhyun menoleh dan berkata pada Luhan yang masih mematung dan terus berusaha berfikir apa yang harus ia lakukan.

“Suasana di istana mungkin sudah berubah dan mungkin saja lapangannya asik untuk bermain sepak bola” Luhan pun memandang hyungnya yang sedang tersenyum manis. Luhan tau walaupun Kyuhyun adalah step brother yang acuh dan menyebalkan tapi setidaknya ia menyayangi Luhan seperti adiknya sendiri.

***

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, 2012.

“Apa adinda takut?” Kakanda Laksamana bertanya padaku. Aku hanya diam, karena aku bingung harus menjawab apa.

“Yang perlu adinda ketahui, bahwa Kakanda tidak akan mempermasalahkan tentang keputusan Pepatih Lebet serta bangsawan lain yang menginginkan dinda menjadi putri mahkota”

“Kakanda, bukan dinda bermaksud lancang. Namun dapatkah kakanda menjawab satu pertanyaan dinda? ” Kakanda Laksamana mengangguk setuju.

“Jika suatu saat nanti dinda mendapat calon pendamping yang sama seperti Kakanda Bagus dan terjadi keributan di dalam keraton. Dan jika Pepatih Lebet mengganti keputusannya, apa yang akan kanda lakukan?”

“Dinda, hanya akan ada satu penerus dan biarkan Rama yang menentukan”

“Tapi itu kesempatan bagus untuk Kanda”

“Kakanda ikhlas, biarkan Rama yang menentukan. Apapun keputusan Rama, Kakanda harap tidak akan ada lagi keributan”

“Kanda?!”

***

Ketika politik kerajaan dimainkan. Akan ada banyak pengorbanan dan perjuangan dalam perebutan tahta yang biasanya akan menimbulkan percikan darah dan kekecewaan. Hanya yang cakap dan pandai yang bisa menangani serangan politik yang bertubi-tubi. Bahkan seorang pemimpin tertinggi, apapun sebutannya. Hanya akan menjadi penonton dan boneka ketika ia hanya patuh pada permainan politik dan bukannya menjadi kuat dan disegani ketika ia bisa mempermainkan politik.

>>>> Annyeonghaseo, jeoneun Mizayeyo. Mannaseo bangaweoyo.

>>>> Ini prolog ff chaptered pertama saya. Kalian suka? Saya harap banyak yang suka dengan ff abal2 saya ini. Apakah gaje? Mohon saran perbaikannya ^>^,

Sebelumnya saya mau minta maaf buat siapapun yang berasal dari Jogja. Saya bikin ff ini karena suka dengan drama kerajaan dan selalu berfikir kenapa Indonesia gak pernah bisa bikin drama kerajaan sendiri. Jadi saya memutuskan untuk nekat bikin ini ff. Dan untuk bagian keraton, saya tidak tahu apakah kosakata dan beberapa istilah yang saya pake benar atau salah. Jujur saya sudah ngubek-ngubek Wikipedia dan buku seminar korea buat bikin ini ff. Jadi mohon dimaklumi y?. ^()^