A Thousand Years (Part 2)

 

Author: Faul

 

Cast : Kwon Ji Yong

Jung Hye Bin

Sungha Jung

 

Genre: tentuin sendiri ..

 

– cerita sebelumnya.. –

 

Ini sudah hari ke 8 aku menunggu nya tidak hanya ditaman, aku berjalan-jalan ke sekeliling daerah ku namun hasilnya tetap nihil.

Akhirnya, aku memutuskan tuk berhenti menunggu nya dan pergi ke supermarket karena persediaan susu ku sudah habis.

 

@ supermarket

 

Aku mengambil satu keranjang lalu ku rangkulkan di lengan ku. Lalu, aku berjalan menuju rak susu dan mengambil beberapa buah susu bubuk.

 

Jweisonghamnida..”

 

—-

 

Jweisonghamnida..” Suara itu terdengar dekat sekali seperti ada disamping ku. Segera aku menolehkan kepala ku dan menatap orang itu. Dia..

Aku terus menatapnya tanpa mengalihkan pandangan seperti menunggu sesuatu yg harus namja itu katakan.

“Maafkan aku karena tidak menepati janji ku. Aku.. Aku benar-benar sibuk.” Ucap nya, aku menatap kedua matanya lekat-lekat dan ia benar-benar tulus tetapi terlihat ia sedang menegang.

“Ah~ tidak apa, aku tahu kau sibuk hehe.” Aku tertawa renyah mungkin terdengar tidak lucu tapi aku mencoba mencairkan suasana ketegangan antara kami.

“Jadi, apa yg kau lakukan selama menghilang?” Lanjutku, ia menggaruk kepala nya entah karena gatal atau tidak, mollayo.

“Aku pergi kerumah nenek.” Jawabnya singkat. Aku mengangguk kepala ku mengerti.

“Dan apa sekarang kau masih sibuk?” Tanya ku

“Iya..” Aku langsung meninggalkan nya dan melangkahkan kaki ku ke rak makanan cepat saji, ia terus mengikuti ku.

“Tunggu kau salah paham.” Lanjut nya, aku tak mengerti mengapa orang-orang pada melihat ku dengan tatapan aneh dan melihat namja itu seperti mereka mengenalnya. Ah itu terserah mereka, yg penting tidak ada urusannya untukku tapiiii aku merindukannya, ya Tuhan. Dan aku tidak tahu sejak kapan? /.\

 

“Kau yakin tidak membutuhkan ini?” Ia menyodorkan makanan cepat saji yg kemarin ku beli.

“Tidak, terima kasih. Makanan itu sukses membuat ku tambah mual.” Ucapku, tiba-tiba perut ku menginginkan baso tusuk ah~ baso tusuk.

Aku segera berjalan ke kasir dan membayar semuanya.

 

Setelah keluar dari supermarket, aku berjalan sambil mencari baso tusuk.

“Apa yg kau cari?” Tanya nya, aku mendengus pelan, ternyata ia masih mengikuti ku. Lalu, ia mengambil kantong kresek yg tadi ku bawa.

“Aku mencari pedagang baso tusuk.” Seketika itu, ia menarik tangan ku dan berjalan ke arah pedagang kaki lima yg berjualan baso tusuk.

 

Ahjussi, baso tusuk nya 2 ya.” Pinta nya, ia seperti telah mengenal penjual ini karena pedagang ini terus menahan senyum dan tawa nya. Pedagang itu memberikan namja itu 2 batang, lalu diberikannya untuk ku satu dan untuk nya 1.

Aku makan dan melahap nya habis. Ia sedikit menyeka keringat ku yg bercucuran di pelipis ku.

Gamsahamnida, ahjussi aku mau lagi.” Pedagang itu memberikan ku lagi tapi namja itu menahannya.

“Tunggu dulu, ahjussi. Kau makan punya ku dulu saja.”

“Kau tidak makan?” Tanya ku, ia hanya tersenyum

“Melihat mu makan dengan lahap membuatku senang.” Namja itu menyuapi ku baso tusuk miliknya.

Aku masih ingin lagi baso tusuk dan memesan 10 batang tuk ku bawa pulang. Ketika ingin membayar, namja itu menahan ku dan ia mengeluarkan dompet miliknya.

“Ini..” Namja itu tersenyum dan mengambil kantong kresek yg berisikan baso tusuk.

Gamsahamnida.” Ucap pedagang itu.

“Kau mau ikut ke apartement ku?” Tanya ku, namja itu mengangguk pelan dan tersenyum.

 

@ apartement

 

“Kau mau minum apa?” Tanyaku, ia berjalan-jalan disekitar ruang tamu ku dan menatap foto-foto ku bersama Kwon Ji Yong oppa. Ah iya Ji Yong oppa? Omong-omong, dia apa kabar? Belakangan ini aku jarang menghubungi nya lagi.

“Ini suami mu?” Tanya nya

“Ngh..” Aku menggaruk kepala ku dan terdiam, ia masih tetap menunggu ku tuk menjawab pertanyaannya.

“Dia Kwon Ji Yong atau GD kan? The king of fashion?” Tanya nya lagi, aku masih terdiam.

Tiba-tiba air mata ku terjatuh, lalu ia mendekat padaku.

“Ada apa?” Ia menghapus air mata ku dengan jari nya.

“Aku tak yakin tuk menjawab pertanyaan mu itu dan..”

“Dan apa?” Potong nya

“Dan mungkin kau akan tertawa mendengar jawaban ku.” Aku melangkahkan kaki ke ruang tengah dan duduk di sofa. Di ikuti oleh nya.

“GD? Ya, dia memang pacar ku bukan suami ku. Aku.. Aku tidak tahu siapa yg menghamili ku karena seingat ku malam itu..”

 

^Flashback^

 

Aku sedang duduk di sebuah cafetaria dekat tempat ku bekerja. Aku menunggu kedatangannya, siapa lagi kalau bukan pacarku, Kwon Ji Yong. Pertemuan singkat ku di 7eleven tempat ku bekerja menjadi saksi bisu pertemuan ku dengan nya. Pada saat itu, kami berpacaran dan kini sedang memasuki ke 1 tahun hari jadi kami.

 

Ia selalu menjemputku sehabis pulang kerja, sewaktu itu aku tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Yg aku tahu adalah dia Kwon Ji Yong dan dia adalah pacarku.

Tapi, ketika masa pacaran kami memasuki umur 6 bulan. Banyak yg meneror ku dengan surat kaleng, yg berisikan darah PMS dan bertuliskan ‘Lepaskan Kwon Ji Yong, atau kau akan mati.’

Aku kira itu hanya candaan seseorang tapi surat kaleng itu semakin banyak. Aku langsung bilang ke dia bahwa aku benar-benar tak nyaman hidup seperti ini, pada saat itu kami hampir putus dan ia langsung mengakui bahwa ia seorang artis papan atas. Betapa bodohnya aku tidak tahu apa-apa tentangnya. Dia memohon padaku agar aku tidak memutuskan nya. Karena aku tidak tega dan aku juga tak mau kehilangan dia, akhirnya aku tidak jadi memutuskan nya.

Tetapi, tidak sampai situ saja masalah ku. Surat kaleng semakin banyak yg mengirimnya kerumah ku. Mereka menulis ‘Kau pakai susuk apa, hingga Kwon Ji Yong menyukai mu, wanita jalang.’ ‘Woah, cepat lepaskan Kwon Ji Yong kami atau kau akan benar-benar mati.’ ‘Kau itu murahan, tidak pantas untuk Kwon Ji Yong, tolong sebutkan harga mu agar aku bisa membeli mu seperti Kwon Ji Yong membeli mu.’

Aku bukanlah wanita murahan yg seperti mereka kira. Pertama kali bertemu dengannya, penampilan dia benar-benar kusut dan tidak terlihat seperti orang kaya. Ketika dia menyatakan cinta nya padaku, ia memohon padaku untuk menerima nya. Hatiku pun tidak bisa dibohongi pada akhirnya, aku menerima nya. Ia selalu memberikan barang-barang yg cukup mewah untuk ku tetapi aku kembalikan lagi dengan ancaman kalau ia tidak mau aku kembalikan hubungan kita berakhir. Akhirnya, ia mau ku kembalikan barang2 tersebut dan menjualnya di toko kakak nya. Aku juga menasehatinya tuk tidak berpenampilan mewah ketika berkencan padaku, karena aku tidak suka dengan penampilan mewah nya dan aku hanya suka dia yg berpenampilan apa adanya.

 

Kembali ke surat kaleng itu, ia juga hampir frustasi nya sama seperti ku. Ia frustasi karena takut hubungan kami berakhir. Akhirnya, aku memutuskan tuk tidak mengakhiri hubungan kami. Dia memeluk ku erat sangat erat seperti tidak mau melepaskan ku. Dan, ia mencium bibirku tuk yg pertama kali.

 

2 bulan kemudian, surat kaleng itu jarang ada yg mengirim lagi padaku tepatnya tidak ada. Aku tidak tahu, apa yg ia lakukan hingga surat kaleng itu tidak ada lagi yg mengirim.

 

~.~.~

Chuu..

 

Aku tersentak ketika seseorang mencium ku tiba-tiba. Ternyata, orang itu adalah Kwon Ji Yong. Aku memukul bahunya pelan, ia hanya terkekeh lalu duduk disamping ku.

 

“Sudah lama?” Tanya nya

“Tidak lama.” Jawab ku, tiba-tiba ia memeluk ku erat.

“Tolong biarkan seperti ini, aku lelah dan aku sangat merindukanmu.” Aku membiarkannya memelukku.

 

Oppa, badan ku pegal..” Keluh ku. Tak lama kemudian, ia melepaskan pelukan nya. Chu.. Dia mencium bibirku tiba-tiba. Aku mencoba melepas dan berhasil. Ada yg aneh dengan sikapnya sekarang.

Oppa..” Keluh ku lagi dan aku menjaga jarak dengannya. Wajah nya terlihat frustasi.

Ne, mianhae..”

Oppa ada apa?” Tanya ku

“Tidak ada, ah kau sudah memesan makanan?” Tanya nya mengalihkan pembicaraan.

“Belum.” Jawabku singkat

“Baiklah.. Aku pesankan makanan dulu.” Tiba-tiba ponsel nya berdering menandakan pesan masuk. Aku ragu tuk membuka nya tapi aku penasaran akhirnya, aku membuka pesan itu karena penasaran.

 

‘Hyeong, bagaimana dengan tawaran ku tadi? Yeoja mu untukku saja ya..’

 

Apa-apaan ini maksudnya? Apa dia berniat menjual ku?

 

Chagi, kenapa cemberut seperti itu?” Aku masih memegang ponselnya, ia mengerutkan kening.

Oppa, mianhae tadi ada sms masuk dan aku membaca nya.”

Ne gwaenchana, kau boleh kok mengutak-atik ponsel ku. Aku tidak ingin ada salah paham di antara kita.”

“Tapi oppa..” Aku menggantungkan ucapanku.

“Tapi apa?” Tanya nya, aku membuka pesan masuk yg barusan tadi. Lalu, menunjukkannya.

“Ini apa?” Tanya ku, dengan santai ia mengambil ponsel nya dan menaruh di meja.

“Jung-a, itu ..” Seketika itu, pelayan cafetaria itu datang membawa makanan.

Gamsahamnida..” Ucap Ji Yong, pelayan itu hanya tersenyum dan pergi.

“Di makan dulu, nanti keburu dingin.” Perintah nya mengalihkan pembicaraan.

 

Lalu, aku mengambil garpu tuk memakan ramyeon dihadapanku. Pada suapan ketiga, aku merasakan aneh pada masakan ini. Apa ini makanan basi? Kenapa kepala ku menjadi pusing? Dan seketika itu, semua menjadi gelap.

~.~.~

 

Keesokan nya, aku terbangun dan menyadari aku sudah di apartement ku. Aku merasa badan ku pegal dan pakaian ku agak kusut. Dan, aku tidak mengerti bagaimana bisa sampai disini? Dan, apa yg terjadi semalam.

 

 

~flashback end~

 

Ku lihat namja di depan ku menegang.

Gwaenchana?” Tanya ku sambil menyentuh lengan nya. Ia hanya mengangguk pelan.

“Teruskan?” Pinta nya.

“Yaah, seminggu kemudian aku merasakan tidak enak badan juga disertai muntah-muntah. Aku memutuskan ke apotek tuk membeli obat sakit panas, dan sedikit berkonsultan pada apoteker. Dia bilang itu gejala hamil, karena aku tidak percaya ia menyuruhku memakai testpack. Lalu, aku mencoba nya dan.. Seperti yg kau lihat sendiri. Aku positif hamil. Dua hari kemudian, aku mencoba hubungi dia namun gagal. Pada akhirnya, aku bertemu dengannya di supermarket dan aku mengajaknya kerumah ku tuk berbicara tentang masalah ku ini. Setelah ku beritahu, sikap nya jadi aneh. Ia seperti jijik padaku, ia menyuruh ku tuk menggugurkan kandunganku tapi aku tidak mau. Akhirnya, ia pergi dan menghilang tidak tahu kemana.” Aku menundukkan kepala ku ke bawah.

 

Mianhaeyo..” Ucap nya

“Untuk apa?”

“Karena aku terlambat..”

“Apa maksudmu?”

“Aku terlambat, aku bodoh. Andai saja, kita bisa bertemu lebih awal pasti aku akan menjaga mu.”

“Tidak apa, jangan seperti orang menyesal dong. Nasi sudah menjadi bubur, tapi kalau kau terus2an merasa menyesal.. Hmm mainkan gitar untukku satu lagu.” Pintaku

“Lagu apa?”

A Thousand Years, tunggu aku ambil gitar ku dulu.” Aku melangkah kan kaki ku ke dalam kamar dan mengambil gitar ku yg sudah lama tidak ku pakai.

 

“Nih..” Aku menyerahkan gitar ku padanya. Dia mulai memetik senar demi senar itu. Dan terdengar seperti instrument lagu A Thousand Years. Aku menutup mata ku mencoba tuk menikmati alunan petikan gitar itu. (saran à pas dibagian part ini coba dengarkan lagu yg di arranged oleh Sungha jung – A thousand years / my heart will go on).

 

“Aku.. Aku ingin menjelaskan sesuatu.. Tapi ku harap kau tidak menjauhi ku setelah kau tahu semuanya.” Ucap nya, aku menatapnya tidak mengerti.

“Aku.. Tidak mengerti.” Lalu, ia menarik ku keluar apartement dan berjalan ke arah yg tidak ku ketahui.

Setelah sampai disebuah apartement, ia terus menarikku tuk masuk ke dalam satu kamar yg ku yakini itu adalah rumah nya.

 

“Yak! Ada apa?” Tanya ku, ia tidak menjawab pertanyaan ku hingga langkah kami berhenti pada satu ruangan yg hanya ada foto-foto dirinya bersama Ji Yong, oh my! Dia mengenali Ji Yong oppa? Aku melepaskan tangan ku dan menghampiri foto-foto itu.

“Ini semua.. Apa kalian saling mengenal?” Ia mengangguk lemah lalu ia berlutut dan menundukkan kepalanya.

“Seberapa kenal?” Cetusku

“Sebelum kalian berpacaran, aku sudah mengenalnya.”

“Tolong jelaskan ini semua!” Perintahku, pandangan ia melemah.

Jeongmal mianhaeyo.. Aku benar-benar bodoh. Aku mematuhi perintah hyeong aku sangat bodoh..” “Apa maksudmu? Cepat jelaskan ke bagian intinya!”

“Pada malam itu.. Ji Yong hyeong terlihat frustasi dan ia mencurahkan keluh kesalnya padaku. Ia berkata bahwa seorang temannya ingin memilikimu dan orang itu bersedia membayar berapa saja demi mendapatkan mu. Karena, kalau tidak karir nya akan hancur. Kau tahu kan kalau dia artis terkenal? Jadi, dia tidak tahu harus bagaimana lagi, hingga ia meminta ku tuk membantu nya. Malam itu, ia sengaja mengajak mu kencan tuk meluruskan niat nya, bisa dibilang niat busuk karena ia ingin memiliki mu seutuh nya. Jadi, ia memasukkan sesuatu ke dalam makanan mu hingga kau tak sadarkan diri dengan dosis sedang. Dan pada saat itu lah Ji Yong hyeong menodai mu di hotel dekat tempat mu bekerja. Ia hanya meminta ku tuk mengantarkan mu pulang ke apartement mu. Aku menuruti perintahnya. Setelah membawa mu pulang aku tidak tahu lagi apa yg terjadi selanjutnya. Tetapi, sungguh aku tidak tahu semua rencana ini. Aku tahu ini semua dari namja yg ingin membeli mu itu. Dan ia pun bercerita bahwa ia juga bertaruh pada Ji Yong hyeong tuk tidur denganmu. Aku tidak mengerti apa yg dipikirkan orang itu. Karena, aku tugas ku hanya membantu mu pulang kembali. Hingga akhirnya, hyeong mau meniduri mu.” Jelasnya, ia berlutut menyesal.

“Lalu, mengapa Ji Yong oppa tidak mengakui nya?”

“Aku tidak tahu aku benar-benar tidak tahu! Setelah dia menodai mu, ia menjadi brutal sering ‘bermain’ dengan wanita lain. Dan parahnya lagi, orang gila yg bertaruh itu tersenyum puas ketika hyeong menyesal dan meneguk wine hingga berbotol-botol. Aku tahu dia mencintaimu tapi …”

Arraseo.. Mungkin karena tubuh ku sudah kotor ia tidak mau lagi padaku.” Aku mencoba tegar

Gomawoyo sudah memberitahu ku.” Aku melangkah kan kaki ku pintu utama.

“Tungguuu.. Jangan pergi..” Langkah ku berhenti.

Mian, aku hanya butuh waktu tuk meredam semuanya.” Aku tersenyum getir menahan air mataku dan melanjutkan lagi keluar ruangan.

 

BLAMM!!

 

Terdengar suara teriakan dari dalam kamarnya.

“JUNG-aa!! MIANHAEYO!! JEONGMAL MIANHAEYO!!”

Aku menghapus air mataku yg sedari tadi menetes di pipiku.

 

^.^.^

Cahaya matahari pagi lagi-lagi masuk menyelinap disela-sela hordeng ku. Dengan enggan aku bangun dari tempat tidur ku.

 

Aku mengecheck ponsel ku, ada 13 panggilan tak terjawab dan 5 pesan masuk dari yg nomor tidak dikenal. Pesan itu berisikan minta maaf. Lalu, aku mulai mengetik pesan singkat.

 

‘tolong, jangan ganggu aku! Aku hanya butuh waktu. Tolong!!’

 

Sehabis itu, aku menekan tombol send ke nomor tersebut.

 

^.^.^

 

Seminggu kemudian..

 

Tingg .. Toongg..

 

Aku membuka pintu utama ku. Dan disana ada tukang pos yg membawa amplop cokelat terbungkus rapih.

 

“ Jung- ssi?” Tanya nya

Ne..”

“Ini ada kirimiman, tolong tanda tangan disini.” Aku menanda tangani kertas yg telah disediakan.

“Terima kasih.” Ucap ku, ia hanya tersenyum dan pergi.

 

Aku menutup pintu dan berjalan ke ruang tengah. Aku membuka amplop itu pelan-pelan.

 

To = Jung

 

Setelah bungkusannya terlepas, ada 2 buah tiket konser yg tema kan ‘IRONI’ di dalamnya. Aku tidak tahu ini konser siapa. Dan konsernya pun malam ini. Aku bingung tiket ini untuk ku apakan, tiba-tiba aku punya ide tuk mengajak Ji Sun eonni datang ke konser tersebut. Aku mengambil ponselku dan menelponnya.

 

Eonni..”

Ne, waeyo Jung-a?”

“Aku barusan dapat tiket konser tuk 2 orang. Mau kah eonni temani aku tuk menonton konser itu?”

Jinjja? Boleh boleh. Kapan konser itu dimulai?”

“Malam ini, jam 8 malam.”

“Oke nanti malam aku jemput kamu.”

Ne eonni.”

 

-pipp-

 

~.~.~

20:00 KST

 

@ xxx

 

“Benar ini tempat konsernya?” Tanya Ji Sun eonni

Ne, waeyo eonn?”

“Aku seperti nya tidak asing dengan tempat ini.” Aku juga merasa begitu, seperti pernah ke tempat ini. Begitu banyak fans nya yg membawa towel dengan nama Jung SungHa. Ada yg menulis di karton, ‘SungHa MARRY ME!!’ Tapi aku tidak tahu siapa itu Sungha Jung. Ingin ku tanyakan pada Ji Sun eonni namun ku urungkan niatku.

 

Kami duduk di bangku VIP yg tertera pada tiket tersebut. Setelah penonton semua sudah masuk, lampu dipadamkan dan hanya menyala pada satu titik. Aku melihat namja berjalan lalu duduk di bangku yg telah disediakan di panggung.

 

“Itu Sungha Jung.” Ucap Ji Sun eonni. Jujur aku masih tidak tahu siapa Sungha Jung.

 

Lalu, namja itu menunduk dan mulai memetik gitar nya dengan lagu ‘My Heart Will Go On’

Entah mengapa, aku ingat pada namja yg waktu itu. Aku menutup kedua mata ku dan merasakan nikmat nya alunan petikan gitar itu. Tiba-tiba terbesit bayangan namja itu di pikiran ku. Dengan cepat aku membuka mata dan ternyata lagu itu sudah habis. Dan kini, ia sedang berinteraksi pada MC.

 

“Saya sangat senang pada malam ini karena banyak orang spesial yg datang pada konser ku ini.” Ucap nya, terdengar riuh sorai dari penonton.

“Orang spesial? Siapa dia, kalau boleh tahu?” Tanya MC.

“Orang itu adalah orang tua saya dan..” Wajah nya menatap wajah MC itu,

“Dan siapa?” Tanya sang MC penasaran.

“Dan seseorang hehe.” Teriakan penonton semakin histeris. Namja itu, turun dari panggung menuju deretan bangku penonton VIP. Ia menuju ke tempat ku dan Ji Sun eonni duduk. Setelah sampai, ia menatap ku dan tersenyum. Ya, aku mengenal senyum ini. Sungha Jung ternyata dia adalah namja yg waktu itu. Oh God! Can’t believe it!

Teriakan penonton semakin lama semakin histeris.

Oppa!! Marry me!!”

“Sungha marry me!!”

 

Lalu, Sungha Jung menarikku ke atas panggung. Aku sedikit kikuk tidak tahu apa yg harus ku lakukan tetapi mata nya mengisyaratkan tuk mengikuti perintahnya.

 

Sesampai diatas panggung, ia duduk dan aku berdiri disampingnya. Kemudian, ia melantunkan lagu yg tidak asing lagi yaitu A Thousand Years. Aku berdecak kagum pada nya. Air mata ku terus-terusan mengetes. Hingga di akhir intro lagu tersebut ia membuka mulutnya,

I love you for a thousand years, Jung ssi.” Kemudian, ia menarik tangan ku dan ia merogoh saku nya. Mengeluarkan benda kotak persegi empat lalu membuka nya.

 

Would you be my unintended? I’ve waited for long since we first met. Please be my shine when i wake up in the morning, cook for me and our daughter and son, watch movie together, always smile for me, laugh for me, also all yor love for me. Would you be my first and last?

Hatiku terus berdebar tak karuan, air mataku terus menerus berjatuhan. Tenggorokanku tercekat susah sekali tuk mengeluarkan suara, dengan sekuat tenaga aku mengeluarkan suaraku, “ya, I do. I do..” Dia berdiri dan langsung memelukku erat.

Gamsahamnida, Jung-a! Saranghaeyo..” Ucap nya

Nado Sungha..” Balas ku singkat.

~.~.~

Setelah konsernya selesai, Sungha Jung memperkenalkan ku pada orang tua nya. Mereka menerima ku dengan baik. Dan mengharapkan aku dan Sungha cepat menikah._.

 

“Aku pulang bersama Ji Sun eonni saja ya, kamu masih sibuk kan?” Tanya ku

“Sebenarnya iya, tapi tidak apa-apa tidak ku antar?” Aku mengangguk pelan, ia memelukku erat.

“Setelah ini, aku akan kerumah mu ya. Jangan kemana-mana, hati-hati dijalan.” Lanjut nya, aku mengangguk lagi.

“Ddaah..” Aku berbalik dari hadapannya dan menghampiri Ji Sun eonni.

 

@ apartement

 

Ji Sun eonni hanya mengantarku sampai depan apartement karena sudah larut, ia tidak ingin berlama-lama di jalan.

 

Aku berjalan ke kamar mandi tuk mencuci wajah ku dan menyikat gigi ku.

Setelah selesai, aku melangkah kan ke ruang keluarga tuk menunggu kedatangan namja ku.

 

Tingg toongg..

 

Aku berlari kecil ke arah pintu utama dan segera membuka nya. Seketika, aku terpaku pada pandangan didepan ku. Ji Yong oppa sedang di rangkul dengan yeoja yg tak ku kenal dalam keadaan mabuk.

 

“Benar kau yg namanya Jung Hye Bin?” Tanya yeoja itu.

Ne.. Ada apa?”

“Ini aku serahkan dia. Dia minta ku antarkan kesini.” Yeoja itu menyerahkan Ji Yong oppa padaku.

“Tapi, ini bukan rumah nya.” Elakku

“Hah? Terserah kau lah mau kau apakan orang ini, aku sudah capek melayaninya.” Ucap nya enteng, aku membulatkan mataku mendengar ucapannya. Tetapi, Ji Yong oppa mendorong ku kuat hingga aku sedikit tersungkur ke belakang. Ia kembali ke pelukan yeoja itu.

 

Tiba-tiba, Sungha Jung sudah berdiri dibelakang yeoja itu.

“Jung-ayeoja itu berbalik dan memandang namja ku.

Oh my! Sungha Jung? Neomu kyeoppta.” Aku hampir muntah mendengar perkataan yeoja itu.

“Cepat pergilah, aku tidak suka bau alkohol disini. Dia sudah tidak ada urusan lagi dengan calon istri ku.” Perintahnya lagi, yeoja itu akhirnya pergi membawa Ji Yong oppa. Walaupun hatiku sakit tapi itu sudah menjelaskan semuanya dengan kejadian tadi.

 

Blam!

 

Namja itu menutup pintu apartement ku pelan. Lalu, mengikuti ku ke ruang keluarga.

 

“Kau tidak lapar?” Tanya nya

“Tidak, terima kasih.” Jawab ku singkat

 

Sreettt..

Dia menarikku ke sofa, hampir saja aku terjatuh karena tarikannya sangat kencang.

“Uoooohhh..”

“Ahaha mianhaeyo..” Dia mendekatkan dirinya padaku.

“Kau tidak menginginkan baso tusuk?” Tanya nya

“Tidak..”

“Lalu, kau mau apa? Nanti kalau anak kita kelaparan bagaimana?” Ia memegang perut ku frustasi.

“Aku mau ini..” Aku menarik kerah bajunya dan mencium bibir nya sekilas.

Saranghaeyo Sungha Jung.” Ucap ku di sela-sela ciumanku, ia hanya membalas dengan mengecup bibirku.

 

 

-the end-

 

Quote: Jangan pernah terfokus pada satu cinta yg hanya melihatmu pada saat kamu bahagia saja, karena itu akan membuktikan bahwa ia bukan lah cinta sejati mu – Jung Hye Bin

 

 

tolong dicommentnya, gamsahamnida :)

Advertisements

2 thoughts on “A Thousand Years (Part 2)

  1. Betulllllll itu .. Lupain ji young ​‎​(˘̶ِ̀ ˘̶́ ‘)нuн °(︶ε︶).
    Sama sung ha ája tar di beliin buanyak basó tusuk
    Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡»:Dђέђέђέ.

    Sungha perhatian – tanggung jawab tuh
    Ga ky ji young yg licik .. Mudah terpengaruh teman yg buruk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s