My Shinee Boy chap 5/?

Title: My Shinee Boy

Author: J.Joker

Cast:

  • Sung Jae Yook (BtoB)
  • Jang Naeun (OC / You)

Genre: ROMANCE Family, frienships

Type: Chaptered (?)

Rate: PG15

Tangan Sung Jae mengambil topping itu dan menyimpan nya di meja. Tangan kiri Sung Jae yang tadinya mengelus bahu Naeun softly kini beranjak ke pinggang, diikuti oleh tangan kanan nya. Sekarang Sung Jae memeluk Naeun dari belakang.

DEG! DEG! DEG!

‘ottokhae?! ottokhae? sung jae-ya! Apa yang kau lakukan?’ rantau Naeun dalam hati. Ia memejam kan matanya, dan berusaha untuk mencoba hangatnya pelukan Sung Jae.

“Kau juga pernah langsung memeluk leherku kan? Aku juga sama kagetnya dengan mu yang sekarang. Jadi biarkan kau mencobanya juga” kata Sung Jae lembut.

Dan akhirnya, mereka pun berpelukan seperti itu. Bemenit-menit… Serasa dunia milik berdua.

“Sung jae-yaaa!!!” seru seseorang yang membuat tangan Sung Jae langsung terlepas dari pinggang Naeun. *AWKWARD MOMMENT ._.*

“ehhh… sa.. sajangnim” kata Sung Jae gelagapan, Naeun cuman bisa diem dan ga banyak bicara, yang paling keliatan itu pipinya pada merah semua xD

“Sung Jae, apa yang mau kau lakukan pada dapur ini haaah? Lihat dapurnya penuh sama topping coklaat!!! ╰(◣﹏◢)╯” seru Eunkwang, dan Sung Jae langsung melihat keadaan dapur itu.

“BUSET O.O Ko jadi banyak coklat?!” kata Sung Jae innocent.

“Tadi tuh, kamu pas lagi ngajarin Naeun buat latte matanya liat kemana sih? Ga nyadar ya? Coklatnya pada tumpah woy!!!” Eunkwang bener-bener marah besar, abisnya coklat yang khusus untuk latte art itu mahal banget emang ~(‾⌣‾~)

“sshhhh… mianhee~” kata Sung Jae dengan penuh penyesalan.

“Asshh!!! Kaga ada ‘mianhe – mianhe’ kamu harus beresin dapur ini sampe bersih dari coklat! Arraseo?!” seru Eunkwang.

“Sa… sajang~”

“Dan! Kamu juga harus beresin gudang menyimpanan coffee-coffee! Berantakan banget tuh! Kamu harus nge-cek itu semua nya!” Eunkwang nambahin hukuman nya. Emangnya saking mahalnya ya om? O.o

“Tapi sajangnim, sekarang kan kita lagi kebanjiran pelanggan! Nanti kalau kekurangan tenaga kerja gimana?” tanya Sung Jae yang nge-less.

“Besok, lu kaga ikut liburan!” seru eunkwang. Naeun sama Sung Jae langsung melotot /kaget/

“SAJANGNIM!!! T^T” Sung Jae merintih sedih.

“Besok, mendingan lo stay di cafe buat beresin gudang!”seru Eunkwang.

setelah mengoceh-ngoceh, dan beri hukuman Sung Jae, Eunkwang segera pergi dari 2 orang itu.

“MHAAHAHAHAAAAAAA T.T”

“Mianhe~” kata Naeun lembut.

Sung Jae pun teringat lagi kejadian barusan –kejadian ia meluk Naeun-

Pipinya pun memerah.

“eh… iya ga apa-apa, lagian tadi aku nya lagi khilaf”

*********************************

#halaman

Naeun langsung berlari ke luar, tepatnya ke halaman sambil menahan napas. Juga tangannya yang  menahan dada kiri seakan jantung nya hendak keluar.

“assshh… namja gila~” gumam Naeun.

“Naeun-ah, we gerae?” ilhoon tiba-tiba nongol. Dan Naeun pun kaget.

“ah, dikau… bikin kaget”

“waeyo? Kaya lagi dikerjar hantu aja” tanya Ilhoon.

“ya! Uri dongsaeng-ga~ dia cabul ya?” tanya Naeun yang seakaan menghiraukan pertanyaan Ilhoon.

“u.. uri dongsaeng?… sung jae?”

“ssttt!!”

Ilhoon mentautkan alisnya.

“ahh~ mollayo”
“wae gerae? Dia mencabuli mu ya?!”

“stttt!!!” Naeun kembali menyuruh Ilhoon berbicara lebih pelan. Naeun tidak mungkin memberi tahu kejadian tadi.  Ilhoon orang nya selalu saja lontar-lontar.

“ahh.. a… aniya~, hanya saja muka nya selalu memerah jika melihat yeoja! Ash! Kau membuang waktuku saja!” jelas Naeun tak karuan, dan langsung pergi dari hadapan Ilhoon.

“mwo? Siapa yang menghabiskan waktu siapa?”

*********************************

#keesokan harinya.

Cafe saat itu baru buka. Beberapa pelanggan sudah mulai datang untuk menikmati sarapan instan. Eunkwang, Naeun, Ilhoon dan Minhyuk sedang asyik duduk-duduk di halaman.

“Sajangnim benar akan meninggalkan Sung Jae sendirian?” Ilhoon membuka percakapan.

Eunkwang menangguk.

Naeun yang mendengarnya menelan ludah telak-telak.

“memang dia salah apa sih, sampai segituya marah?” tanya Minhyuk.

“ngabisisn topping coklat” jawab Eunkwang ringan.

“josong hamida sajangnim, ini semua karena aku” kata Naeun tiba-tiba.

“Aniya Naeun, dia itu emang suka khilaf gitu kalau liat cewe cantik” timpal Eunkwang.

“Aniya, aku juga akan membantu Sung Jae membersihkan gudang, dan tidak ikut berlibur”

Eunkwang, Ilhoon dan Min hyuk terkaget-kaget ga jelas.

“Na… Naeun-sshi…”

“A.. aku akan mulai kerja sekarang!” seru  Naeun sambil berdiri dari kursinya.

“Ya! Ja.. jang naeun!”

*********************************

@Gudang

Naeun masuk kedalam gudang itu tanpa bersuara. Ia memlihat Sung Jae tengah mendata beberapa bahan-bahan di dalam sana.

“OHO! Semuanya lengkap?” tanya Naeun yang tiba-tiba join bareng itu._.

“Buset!” Sung Jae meloncat kaget.
“ehh.. Naeun.. hoho, engga juga nih, ada yang kurang, nanti aku tanya lagi deh sama sajangnim” jawab Sung Jae sambil tersenyum simpul. Sung Jae pun kembali serius pada hukuman nya itu.

Naeun hanya diam melihatnya. Tanpa banyak berbicara, Naeun segera mengangkat 2 kardus berisi sugar cube di dalam nya.

“Naeun-ah, kamu lagi ngapain?” tanya Sung Jae bingung.

“Membereskan gudang lah! Ngapain lagi?” seru Naeun.

“Hah?.. tapi…” Naen langsung pergi ke rak gula-gula, dan memotong kalimat Sung Jae itu.

Setelah berhasil memindahkan dua kardus berisi gula, Naeun pun berbalik ke arah Sung Jae yang menatap nya dengan heran.

“Ya! Kau ini liat apaan? Cepat kerja!”

“Heh! Lu ngapain di sini? Harusnya kan sekarang lagi asik-asik berkemas buat liburan!”

“siapa juga yang mau liburan?” Naeun kembali mengangkat beberapa sisa kardus gula.

Dan Sung Jae masih cengo ga jelas.

“Hah,” Naeun menempatkan kedua tangan nya di pinggang.
“Kesalahan mu yang kemarin itu, bukan sepenuhnya karena kamu kan? Aku juga terlibat, jadi aku akan membantumu. Itu sudah cukup kan? Cepat kembali kerja!” jelas Naeun. Sung Jae masih ling lung ga jelas.

“ta… tapi.. Naeun…”

“ISHH! Bawel lu! Kerja! Biar cepet beres!” bentak Neun. Dan Sung Jae pun secara otomatis langsung melanjutkan mendata beberapa bahan.

*********************************

@Ruangan Eunkwang

“Sajangnim! Benar akan pergi tanpa Sung Jae dan Naeun?” tanya Hyunsik. Minhyuk dan Ilhoon diam membatu di samping Hyunsik.

“hhmmm… iya,”

“Ya hyeong! Cuman masalah topping coklat aja?” timpal Minhyuk.

“ish, ini bukan karena topping coklat bodoh!” seru Eunkwang ketus.
“aku punya rencana…. #avilface”

Dan ketiga namja itu hanya bisa bengong ngeliatin Eunkwang.

*********************************

“Sung Jae-ya! Kami berangkat dulu!” seru Minhyuk dengan girang sambil membawa keranjang piknik bak anak kecil yang unyu-unyu kaya author.

Sung Jae semakin panassss

“iye-iye! Pergi, pergi sane!” kata Sung Jae yang udah kaya kompor gas kebakaran.

“semoga piknik nya menyenangkan^^” kata Naeun dengan senyum.

“Ne Naeun-sshi^^” ujar Min hyuk.

“bego lu semua! Liat tuh! Mendung gini! Pada mau piknik? Hahaha!”  -Sung Jae

“kita ga bakal piknik kok, kita bakalan makan malam, nonton bioskop, terus beli popcorn, dan minum soju” kata Eunkwang tiba-tiba join.

“terus ngapain minhyuk hyung bawa ginian?” tanya Sung Jae sambil menunjuk ke keranjang piknik yang dari tadi dipegang Minhyuk.

“ehehehe… cuman mau buat lo panass aja Jae,” kata Minhyuk polos.

“ya! Yeudel-ah! Ayo berangkat!” seru Eunkwang sambil pertama maju, dan diikuti dengan ketiga namja yang ikut berlibur itu.

“Naeun, jaga cafe ya^^ annyeong!” ucap Hyunsik penuh perhatian.

“Ne!” kata Naeun siagap dan dengan senyum nya.
“josimhae!”

Brummmm… brummmmm…. mobil pun meluncur dengan cepat meninggalkan cafe.

Sung Jae segera masuk kedalam cafe dengan keadaan kesal. Naeun menghembuskan nafasnya dan mengikuti Sung Jae masuk.

*********************************

21.00 Malam

@Gudang

Pekerjaan Sung Jae dan Naeun belum cukup sampai di sini. Mereka harus terus merapihkan beberapa bahan-bahan dan mendatanya.

“Aigoo, punggungku~” gumam Sung Jae sambil sedikit memijak pundak nya.

“ya! Ppali! Ppali!” seru Naeun sambil memegang pulpen. Sung Jae pun mendengus dan segera mengangkat satu kardus berisi kopi.

“Ahh!!! Cukup! Aku mau istirahat!” Sung Jae pun runtuh ke lantai dengan keringat yang menyucur di sana-sini.

Naeun mengendus.

“Ck~ ya! Ppali! Iroena!” ini Naeun maksa bgt-_-

“aahh!! Shiroyeo! Pigon haeyo!” seru Sung Jae sambil mengelap keringatnya.

Naeun pun duduk di kursi dengan keadaan pasrah.

Keadaan pun sunyi. Hanya terdengar suara nafas terengah-engah dari mulut Sung Jae.

“Mianhaeyo~” Naeun pun memecahkan kesunyian itu.
“Karena aku, kau jadi begini” Naeun memberanikan dirinya.

“Mwoya?”

“kalau saja waktu itu aku tidak terlalu berdandan cantik, tidak mungkin kau akan memeluku kan?” #GUBRAK!

“mwo? Ahahahahahaha, gile”

“Ya! Pokoknya aku minta maaf ya!”

*DEP!!*

Tiba-tiba lampu pun mati.

“Aaah! Wae gerae?!” seru Naeun panik.

“kayanya mati lampu deh,” tebak Sung Jae. Dan itu memang benar mati lampu. Naeun pun menyalakan senter dari Handphone nya.

“haaa… ottokhae? gudang ini belum selesai kita bersihkan!” keluh Naeun.

“Kalau begitu aku pergi untuk mengecek listrik nya sebenrtar,” Sung Jae pun bangun berdiri.

“Cha.. chakamanyeo!” seru Naeun. Sung Jae pun sontak berhenti berjalan keluar.
“Su.. sudahlah, sepertinya jendela nya kita buka saja, biar sinar bulan bisa masuk” usul Naeun. Sung Jae pun mengangguk, dan segera membuka jendela gudang itu.

“hwaaa… angin malam~” Sung jae menghirup angin yang langsung berhembus dihaapan nya.

Kini sinar gudang pun terasa lebih terang. Walaupun hanya sedikit.

Sung Jae pun duduk di bawah jendela.

“Haaah…  Naeun-ah, tidak cape?” tanya Sung Jae.

“Pake nanya lagi -_- ya cape lah!” seru Naeun ganyante. Naeun pun berjalan menuju jendela, dan duduk disebelah Sung Jae.

Suasana pun sepi dan sunyi . tak ada suara di sana.

“sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu” kata Sung Jae memecahkan kesunyian.

“oe, ada apa?” tanya Naeun.

“tentang grand opening waktu itu…” ucap Sung Jae sengaja menahan nya. pandangan Naeun pun kini benar-benar fokus pada Sung Jae.
“Apakah, itu semua ulahmu? Memanggil para pelanggan dengan sengaja?” tanya Sung Jae lekat-lekat.

“A.. ah… hari itu ya?” Naeun pun gelagapan.
“mianhe Sung Jae-ya, aku tidak ada maksud untuk berbohong pada kalian semua. Aku hanya tidak ingin kerja keras kalian kandas begitu saja. Kalian sudah cape-cape buat cafe ini jadi bagus, dengan jerih payah yang sangat keras, mana mungkin aku tega melihat hari itu, cafe ini tanpa pelanggan? Dan Eunkwang sajangnim yang sudah mulai putus asa itu, aku tidak tega Sung Jae-ya”

Sung Jae membenamkan matanya. Mencoba menyerap semua yang telah Naeun katakan tadi.

“Gwenchana Naeun-ah, gomawoyo~” ucap Sung Jae pendek. Naeun langsung melihat Sung Jae.

“Gomawo?”

“Gomawo, untuk yang kesekian kalinya, kau membuat hyung-hyungnim ku bahagia. Walaupun itu semua kebohongan, tapi aku bisa melihat mereka tersenyum seperti itu, aku benar-benar senang”  ujar Sung Jae. Terlihat wajah Sung Jae cenghar bgt ._.

“Sung Jae-ya, kau sangat menyayangi hyung-hyung mu ya?” tanya Naeun polos.

Sung Jae tersenyum.

“Mereka, sudah aku anggap keluarga sendiri. Mereka sangat berharga. Senang, sedih, kami lewati bersama-sama” jelas Sung Jae.

“emh, bagaimana dengan keluarga mu? Appa? Oemma?” Naeun kembali bertanya.

“aku sudah tidak punya keduanya”

Naeun membelakan matanya.

“Mi.. mianhe~”

“dari kecil, keluarga kami berlima sudah sangat lekat seperti keluarga besar. Pada saat itu, kedua orang tua kami sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah. Kami semua masih di sekolah dasar.”

#flashback

Sung Jae POV

Keadaan sekolah begitu bising. Aku duduk teridam di kursi yang menjorok ke panggung. Bersama Eunkwang hyeong, ilhoon hyung, hyunsik dan minhyuk hyung.

“Ya! Hyeong! Orang tua kita mana?” tanya Ilhoon rewel.

“ish, tunggu sebentar lagi” kata Eunkwang hyung. Saat itu kami sedang menunggu giliran untuk pentas seni di sekolah. Kami akan menyanyikan lagu khusus untuk orang tua kami.

“Sung Jae-ya, ada telefon dari oemma^^” Yoon sosaengnim menghampiriku. Dia bilang, oemma mau berbicara denganku melalui handphone genggam nya.

Aku menyambutnya hangat. Dan keempat hyungnim pun memerhatikanku.

“yoboseo oemmoni? Oddiga? Ppaliyo!”

“Sung Jae-ya, tunggu ya, oemma sedang dalam perjalanan dengan yang lainya ^^ mungkin agak telat, karena sangat macet. Oemma bawa kue kesukaan Sung Jae dan teman-teman ^^” seru oemma. Mendengarnya membuatku tersenyum.

“jeongmalyeo? Aigoo! Ppaliyo! Aku ingin makan kue nya oemmanim!><”

“nee~ nah, lampu hijau sudah nyala. Yeobo, ayo cepat jalan” kata oemma berbicara sedikit kepada Appa.

Oemma belum memutuskan telfon nya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”aku mendengar suara oemma berteriak. Aku terkaget, dan banyak pertanyaan di otaku.

“OEMMA! WAEYO? OEMMA!” seruku. Dan membuat semua orang memerhatikan aku.

Setelah teriakan itu, tidak ada suara oemma lagi di sana. Melainkan suara yang tidak jelas, suara yang bising.

“OEMMA! WAAAEE? OEMMA!” seruku. Dan aku pun langsung meneteskan air mata.

“Ya Sung Jae-ya! Wae gerae?”  hyungnim bertanya padaku. Tapi aku hanya menangis, dan terus memanggil nama oemma. Entah mengapa, hyung-hyung pun juga ikut menangis.

“Ya! Yeudel-ah, wae gerae?” tanya Yoon Saem setibanya di dekat kami. Tapi kami tak menjawab sama sekali, dan hanya menangis.

*********************************

Akhirnya kami mendapat berita, kalau orang tua kami semua masuk rumah sakit karena sebuah kecelakaan. Kecelakaan itu bertepatan saat aku sedang mengobrol dengan Oemma. Kami pun diantar ke rumah sakit.

Kami menunggu begitu lama. Kedua orang tua kami sedang dalam keadaan yang gawat. Aku hanya bisa berdoa, supaya mereka bisa selamat. Hyung hyung ku semuanya menangis, aku pun juga.

Setelah berjam-berjam, dokter keluar dari ruangan. Kami hanya duduk dengan polos dan mata yang sembab, memerhatikan Yoon Saem mendekati dokter.

Setelah percakapan yang tak begitu lama, Yoon saem langsung menutup mulutnya dengan tangan. Dan sang dokter menepuk pundak saem.

Yoon Saem pun rubuh ke lantai. Sambil menangis.

“Sosaengnim!” seruku dan segera berlari ke arah Yoon saem. Diikuti oleh hyung-hyung nim lain nya.

Ia menangis, aku tak mengerti. Kemudian ia berbalik ke arahku, dengan mata yang berair.

Ia membentangkan tangan nya, dan langsung memeluk kami berlima dengan menangis tersedu-sedu.

“kaliaan.. harus tabah” ucap Yoon Saem lirih.
“Kalian, kalian harus terus bersekolah, menggapai cita-cita,”

“Yoon Saem! Wae geraeyeo?! Appa oediyaa?!” seru Ilhoon histeris. Tak ada jawaban sama sekali dari bibir Yoon Saem. Ia menangis, sambil mengelus rambut Ilhoon.

#Flashback END

Author POV

“Saat itu, Yoon Saem memberi tahu padaku, kalau orang tua kami semuanya meninggal. Ada sebuah truk gandeng yang menerobos lampu merah, dan menghantam mobil kami” jelas Sung Jae panjang lebar.

“hikss…” terdengar suara tangisan di sana, tepat di samping Sung Jae.

“Naeun-ah?” tanya Sung Jae berbalik ke arah kirinya. Ia mendapati Naeun sedang menangis sedu.

“Oemmaaa~” lirih Naeun sambil menangis. Menangis dengan histeris. Ia teringat dengan oemmanya, terakhir kali ia bertemu oemma nya, saat ia sedang marah dengan oemma.

Tangan Sung Jae pun dengan lembut mengusap rambut Naeun. Dan membiarkan kepalanya bersandar di bahunya.

“oemmaa….” gumam Naeun yang masih menangis.

*********************************

Eunkwang yang mendengar setiap percakapan Sung Jae dan Naeun pun ikut meneteskan air matanya. Sebenarnya, Eunkwang, Ilhoon, Minhyuk dan Hyunsik tidak jadi berlibur. Mana mungkin mereka akan meninggalkan dongsaeng nya dan Naeun di cafe? Eunkwang berencana ingin meluangkan waktu Sung Jae dan Naeun untuk hanya berdua saja. Mati lampu ini, adalah ulah Ilhoon yang mematikan aliran listrik dengan sengaja. Dan sekarang, mereka sedang duduk di luar jendela gudang, dan mendengar semua percakapan Naeun dan Sung Jae.

Mereka mengingat kejadian itu. Kejadian yang paling menyedihkan yang pernah mereka rasakan ‘kehilangan orang tua’

Semuanya hanyalah manusia biasa. Mereka menangis.

Disaat umur-umur  yang masih kecil, yang haus akan kasih sayang-manjaan dari orang tua, mereka harus kehilangan orang tua.

Setelah mereka lulus SD, mereka harus keluar dari rumah Yoon Saem, mereka merasa bahwa sudah cukup menyusahkan Yoon Sosaengnim, yang rela menampung mereka sementara di rumah nya yang kecil.

Mereka bekerja keras, dan akhirnya memutuskan untuk membuat cafe ini. tetapi ini bukanlah hanya sekedar cafe bagi mereka. Ini, adalah rumah, tempat yang paling nyaman yang pernah mereka punya. Bersama-sama berlindung dari hujan, petir, di cafe ini. menangis, bahagia di cafe ini.

*********************************

“Naeun-ah, ibumu kemana?” tanya Sung Jae.

Tak ada jawaban di sana.

“Naeun?” Sung Jae pun melihat Naeun. Dan mendapati Naeun sedang tertidur pulas di bahunya.

Sung Jae tersenyum kecut. Ia mengelus rambut Naeun.

“Naeun-ah, aku akan pergi mengambil selimut ya” Sung Jae pun hendak berdiri, dan sedikit memegang kepala Naeun untuk menahan.

GREP

Naeun menahan tangan Sung Jae.

“Jangan tinggalkan aku sendirian di kegelapan ini, biarkan saja aku kedinginan, kau tidak usah kemana-mana” ucap Naeun. Sung Jae pun diam. Dan nampilin muka cengo nya -_-v

Naeun kembali tidur di bahu Sung Jae, sambil meneteskan air matanya. Mengingat, kalau ia benar-benar merindukan ibunya.

TO BE CONTINUE!!

JENG JENG JENG!!!!

Buat episode selanjutnya, author mau ngasih bocoran nihh O.O

Cast baruuuu!!!!

Ini namanya Lee Min Ho, eits! Ini bukan Lee Min Ho yang di city hunter atau pun boys over flower itu >< ini Lee Min Ho yang main di rooftop prince! Yang udah nonton, pasti tau lah
\(^^\) dia nanti bakalan jadi cast di my shinee boy ini 😉 jadi apa ya? Wkwkwk adaa ajaa #ditabok# yang penting semuanya harus setia baca ff ini yaa u.U mhohohoho

Gomawo yang sudah mau baca ^^ ehehehehe *nyengir 20 jari*
jangan lupa comment kalau mau O.o kalau engga juga gpp ^^V yang penting di baca (?)
tapi tolong kasih saran biar ff nya rameee (_ _~)
sekali lagi gomawo ^^

-j.joker

Advertisements

7 thoughts on “My Shinee Boy chap 5/?

  1. *sesaknafas* TAUUUU!! AKU TAU LEE MIN HO!! astagaaaa dia yang aku suka di rooftop >///< asik deh bakal ada bias di ff kesukaanku ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ ituu.. aku aga kaget saat vira bisa serius pas di scene flashback._. wkwkwk /plak aigooo~ aku baru inget kalo Naeun masih punya ibu sama kakak-___-v bener juga tuh masa nyokapnya ga nyariin anaknya sih u,u AAA~ penasaran sama lanjutanya :3 keep writing ya vir wkwkwk di lanjut jan lama2 /plak muahahaha.-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s