The Last Memories (drabble)

Title                  : Last Memories

Author               : Jielll

Length              : Drabble

Main Cast        : Jiyeon

Support Cast    : Find~

Genre               : Sad (aku bingung ini genrenya apa?-,-v)

Rating               : General

A/N                   : ff ini pernah dipost disini, disini, dan disini. buat yang baca, Happy Reading aja yaa^^

 

Masih terlihat dimataku, terlihat banyak coretan di dinding ini, masih terlihat juga banyak kenangan, dan masih terlihat juga masa lalu ku yang dulu. Aku berbaring di kasur sambil menutup mataku. Tak terasa air mata ku tumpah. Kenapa dulu aku sangat bodoh, hingga membuat masa depanku suram. Kenapa tuhan tak adil? Tak adil, karena memberikan cobaan sebesar ini dan tak adil, karena melepaskan genggamannya sehingga aku tersesat hingga buta arah. Tuhan! Tolong kembalikan semuanya. Kembalikan semuanya yang dulu ada.

 

-Flashback-

Aku benci punya adik seperti mereka berdua! Menyusahkan bagiku. Aku juga benci kenapa orang tuaku masih sangat bahagia walaupun keadaan tak bisa seeprti memebalikan telapak tangan. Sudah 2 tahun terakhir ini keluargaku jatuh miskin. Ini karena teman Appa, menjatuhkan Appa sehingga tak kuat untuk bangun dari masalahnya. Dan akhirnya aku dan keluargaku menjadi sasarannya. Jatuh miskin, itu 2 kata yang membuatku menjadi gila. Aku belum siap untuk menerima kenyataan ini. Tetapi entah kenapa semua keluargaku bisa menerima keadaan yang sangat buruk.

 

Mulai hari ini Appa diterima berkerja di salah satu mall ternama sebagai office boy, dan Eomma ku hanya mengurus adik-adikku yang hampir putus sekolah ini. Sejak Appa bekerja disana ia berusaha untuk menyekolahkan adik-adikku. Aku yang disuruh Appa dan Eomma untuk sekolah malah memilih untuk bekerja paruh waktu di sebuah mini market yang berada dekat kantor Appa bekerja.

 

Sudah bulan kelima aku bekerja disana. Bosan rasanya. Tapi mau bagaimana lagi? Kalau aku tak bekerja, keluarga kami harus makan apa?. Kadang aku berfikir untuk mengakhiri hidup ku dengan cara bunuh diri, tapi entah kenapa keluargaku-mereka selalu percaya denganku, selau memeberika senyuman yang ikhlas untukku, selalu memeberikan aku semangat ketika aku pergi bekerja. Di umurku ini yang akan  beranjak 15 tahun ini, aku selalu memikirkan bagaimana esok aku bisa diterima oleh seluruh masyarakat? Bagaimana aku bisa beradaptasi dengan beribu juta manusia di dunia ini.

 

Sudah hampir setahun kami hidup seperti ini. Dan disaat itulah, disaat Appa, Eomma, dan Saengie ku meninggal karena kecelakaan bus yang jatuh kejurang. Aku menutup mata cukup lama ketika perjalanan liburanku menuju Seoul. Aku tak tau bahwa itu pertemuan terakhirku bersama mereka. Dan ketika aku bangun, bau rumah sakit terasa sangat pekat, semua dihiasi dengan warna putih, hingga aku sadar total dan mengetahui bahwa seluruh keluargaku telah tiada.

-Flashback End-

 

Kenapa? Kenapa harus itu yang terjadi?. Sudah 3 tahun terakhir ini aku melupakan kejadian itu. Tak terasa umurku yang beranjak 18 tahun ini mengingatkan ku pada kejadian masa lalu yang mengerikan. Saengil Chukae Hamnida Jiyeon!.

>The End<

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s