A year without Rain Chapter 2/?

Title                       :               A year without Rain

Author                  :               Jielll

Main Cast            :               Yong Jun Hyung (B2ST), Lee Hwan Hee

Genre                   :               Romance

Rating                   :               AU, General

Poster By             :               Lumie Artwork

Disclaimer           :               ini asli karya saya! Plotnya saya yang buat! Kecuali, para pemainnya… mereka bukan milik saya, melainkan milik tuhan 🙂

A/N                       :                miane kalo banyak typo yang salah 😦 aku juga pendatang baru nih 😀 hehehe 😀 semoga suka 😉

Part 2

Jun Hyung POV
Pagi yang cerah membuat mataku silau, seakan-akan mataku terbakar akan matahari pagi itu. Aku masih bingun atas kejadian tadi malam. Karena penasaran lalu aku melihat kearah kamar Hwan hee. Sekarang penasaran ku tingkat tinggi jadi aku langsung memasuki kamarnya, dan rupanya Yeoja itu sudah tak ada lagi dikamar. Lalu ia melihat kearah lantai dasar, ia melihat Yeoja itu sedang  membersihkan jendela di dekat meja makan. Lalu dengan wajah pura-pura tidak tau aku langsung menuruni anak tangga.
”HOAAAM! Apakah kau sudah baikan?” tanyaku sengak.
”Wae? Memangnya aku sakit? Memangnya aku kenapa tadi malam?” tanya Hwan hee yang tak ingat kejadian malam itu.
”Ah sudahlah lupakan! Ini sudah pukul 6 lebih! Mana sarapan pagiku!” teriakku pura-pura tak peduli.
”Sabar, jangan teriak-teriak dong.” Ujar Yeoja itu lembut. Setelah dia membuatkanku sup, lalu ia hanya melihatiku sarapan pagi.

“Apa yang kau lihat? Kau ingin makan juga?” tanyaku.
”Bolehkah?” pintanya dengan muka melas.
Arraseo, tapi jangan ambil ayamnya oke :)” ujarku tersenyum padanya.
”Bagi sedikit boleh yaa..” pintanya lagi dengan muka melas.
Andwe!”
”Pehlisss…”
”Andwe! Aku bilang tidak ya tidak!!!”
”Hemm.. oke :(“
”Okedeh, kau boleh ambil, tapi hanya boleh 2 ya :P”
”Yeaay!” mukanya sumringah sekali ketika medapatkan ayam itu. Ternyata mukanya sangat manis  yaa 😀 ehh? Aku mulai bicara yang ngawur!.

***

Dikantor…
”Huuh… kenapa banyak sekali ya kerjaanku?” tanya ku kepada Hyerin dengan raut wajah malas.
”Ini sesuai peraturan kantor! Jadi hari ini kau jangan kabur lagi! Arraseo?” jawab Hyerin tegas.
Arraseo Hyerin, terimakasih kau telah membantuku untuk hari kemarin…” ujarku.
Ne~” jawabannya selalu tegas bila dikantor, padahal dia sangat kekanak-kanakan bila di luar kantor.
”Oiya, nanti waktu jam istirahat.. ke House Coffee yukJ” ajaknya sambil tersenyum manis.
Ne^^ Arraseo…” jawabku sambil membalas senyumnya.

House Coffee…
“Bagaimana keadaan mu sekarang?” tanya Hyerin.
“Kau lihat? Aku baik-baik saja bukan? 😀 Bagaimana denganmu? Walaupun kita satu kantor… tetap saja kita jarang bertemu bukan?” tanya ku santai.
“Oh, Ne~ aku mau cerita kepadamu Jun Hyung.” Ujar Hyerin tampak lemas. Aku tak tau apa yang dia pikirkan sehingga dia sangat cemas sekali akan hal itu.
“Ehm, apa? Sebentar, aku lihat.. akhir-akhir ini kau terlihat sedikit lemas ada apa?” tanya ku.
“Hiksss..Hiks..Hikss.. dia rupanya punya calon istri yang sudah ditentukan keluarganya, HUAAAA! ” Hyerin menangis terisak-isak di depanku. Ia memang terlihat dewasa kalau bekerja, tetapi ia tetap sama bila dia curhat kepadaku.
“Ssstt..  jangan bikin keributan disini Hyerin, kau membuat orang melihat kearah kita. Tenanglah…” bujukku padanya. Aku langsung membayar kopi itu dan mengajak Hyerin keluar untuk menenangkannya.

“Sudahlah.. lupakan saja Pria itu, aku janji aku akan menjagamu. Janji sahabat :D” kataku sambil mengulurkan tangan untuknya.
Ne 😀 Gomawo Jun Hyung-ssi” ujarnya sambil tersenyum lebar kepadaku.
Kajja, kita pulang!” ajak ku.
“Kajja!” lalu aku mengantarnya sampai rumahnya. Dia melambaikan tanganya kepadaku. Seandainya dia dulu tak menolakku… pasti sekarang aku sudah berada disampingnya, memeluknya dan menjaganya.

Pulang ke rumah…
“Aku pulang!!!” teriakku.
“Waah, kau sudah pulang? Aku sudah menyiapkan untuk makan malam nanti. Kau ingin makan apalagi?” tanya Hwan Hee polos.
“Ehmm.. ada ayam?” tanyaku menanyakan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya ‘Tidak’.
“Kau sudah tau kan? Ayam nya sudah dimakan untuk makan malam kemarin… kenapa kau menanyakan hal yang sudah pasti jawabanya tidak? Hah?” jawab Hwan Hee mulai sengak.
“Kenapa kau tidak membeli ayam tadi? Hah?”
“Mamang kau menitipkan uang untukku?”
“Kan bisa pakai uang mu dulu! Kau memang tidak professional!”
“Apa yang kau maksud tidak professional? Aku memang tidak punya sertifikat untuk mengurus bayi! Memang kenapa? Salah?”
“Maksudmu apa? Aku bayi! Bukannya kau yang bayi! Hanya main air saja sampai pingsan! Lebay!”
Mwo? Apa maksudmu?”
“Orang Lebay!” ejekku kepadanya.
“Anak Bayi!” dia mengejekku kembali.
“Awas kau ya! Namja Babo!” teriak Yeoja itu sekali lagi.
“WEEEEKKK :P” aku berlari dan Yeoja aneh itu mengejarku. Setiap aku pulang dari rumah, selalu saja ada hal yang baru dan menyenangkan terjadi di rumahku. Entah kenapa setelah tinggal bersama Yeoja Babo ini hatiku lebih tenang dan hari-hariku menyenangkan.

Author POV
“Aku masih ingin makan lagi! Cari ayam! Pokoknya aku mau makan ayam!” teriak Jun Hyung.
YA! Bayi kecil! Aku memang pembantu disini tapi aku bukan pengurusmu, yang mengganti popok mu atau yang menyuapimu ketika muntah!” ujar Hwan Hee kasar. Lalu Jun Hyung memasang wajah cemberutnya dan menarik tangan Hwan Hee mengajaknya pergi keluar.
YA! Kau mau mengajakku kemana? Disini dingin!” ujar Hwan Hee bawel. Lalu Jun Hyun memakaikan nya jaket yang dipakainya. Ia langsung menyuruh Hwan Hee untuk masuk mobilnya. Tanpa banyak bicara ia langsung ngebut.

NAMJA Babo! Kau mau mebuatku sakit jantung apa?” Kata Hwan Hee sambil mengeluarkan keringat. Sebenarnya dia sangat takut kalau ada orang yang mengendarai mobil sambil ngebut.
Kajja!” ajak Jun Hyung.
“Haah? Kenapa kita masuk ke tempat ini?” tanya Hwan Hee yang masih bingung, kenapa ia masuk ke sebuah mall?.
Ajjushi! Aku pesan ayam goreng yaa…” pinta Jun Hyung.
“Kau ingin pesan ayam goreng? Kenapa kita tidak beli saja lalu menggorengnya sendiri di rumah.” ujar Hwan Hee.
“Sudah diam! Aku punya satu permintaan…” ujar Jun Hyung.
Mwo? Permintaan? Permintaan apa? “ tanya Hwan Hee bingun akan kata-kata Jun Hyung.
“Maukah kau jadi pacarku…” belum selesai Jun Hyun berbicara, Ajjushi datang dengan ayam gorengnya. Lalu Ajjushi tersebut memotret mereka berdua dengan kamera.
“Waaah, memang kalau dilihat-lihat kalian pasangan serasi? Kalian pasangan suami istri ya? Waahh, maaf kan aku kalau aku begitu lancang.” Ujar Ajjushi itu panjang lebar. Belum Jun Hyung dan Hwan Hee menjelaskan… Ajjushi tersebut sudah pergi ke tempat kerja, yaitu dapur.
“Aish! Ajjushi itu memang sedikit aneh!” ujar Jun Hyung sebal dengan kelakuan Ajjushi tadi.
“Ehhmm.. tadi kau mau bilang apa? Masalah pacarmu?” tanya Hwan Hee yang kurang jelas dengan penjelasan Jun Hyung.
Andwe! Aku hanya ingin menunjukkan ke teman ku bahwa aku sudah punya pacar. Tapi kita pacaran bohong-bohongan lo! Jangan anggap aku suka padamu! Arraseo?” jawab  Jun Hyun menjelas kan panjang lebar permintaannya kepada Hwan Hee.
Wae? Kenapa harus aku? Kau kan masih banyak Yeoja Chingu yang lain?” kata Hwan Hee polos.
“Ne~ tapi salah satu temanku sudah mengetahui kau dan aku tinggal serumah.” Jawba Jun Hyung.
“Haah? Kenapa bisa ketawan?” tanya Hwan Hee.
“Begini ceritanya…”

Flashback
Ketika di mobil, sedang mengantar Hyerin…
“Kenapa kau sepertinya ceria sekali akhir-akhir ini?” tanya Hyerin.
“Aah, tak apa-apa… dirumahku ada hal yang baru soalnya :D”
“Hal baru? Apa?”
“Sekarang ada yang menemaniku saat aku sedih atau marah… dia sangat menyenangkan 😀 karna kelakuannya yang seperti anak kecil, aku senang menggodanya.”
“Waah 😀 kau membawa pacarmu kerumahmu? Selamat yaaJ akhirnya Oppa ku ini mempunyai pacar, kenapa kalian tinggal serumah? Pasti kalian sudah bertunangan dan akan menikah.”
Mwo? Aniyo.. siapa yang akan menikah? Aku?” Jun Hyung kaget karna dia tidak sadar apa yang ia katakana tadi.
“Jun Hyung-ssi, sudah sampai 😀 oiya, besok minggu datang kerumahku yaa.. aku ingin menyambut pacarmu.” ujar Hyerin sambil keluar dari mobil dan melambaikan tangan padanya.

“Nah, itulah yang aku ceritakan pada Hyerin tentangmu.” ujar Jun Hyun bingung, besok minggu harus bagaimana.
“Yaampun, kau memang selalu menyusahkan orang lain yaa…” ujar Hwan Hee sengak.
Mwo? Apa maksudmu?”
“Ehmm.. Ne~ aku akan pura-pura jadi pacarmu. Tapi jangan beritahu yang lain, selai Hyerin. Arraseo ;)”
Ne :D”
“Lanjutkan makan mu dulu sana..” suruh Hwam Hee lembut.
“Kau mau?” tanya Jun Hyung.
Aniyo.. kau saja yang makan :)” jawan Hwan Hee. Sebenarnya mereka itu saling memperhatikan satu sama lain, tapi kadang-kadang juga mereka seperti Tom and Jerry. Hobinya berantem terus.

Part 2 end.

Advertisements

3 thoughts on “A year without Rain Chapter 2/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s