A year without Rain Chapter 1/?

Title                       :               A year without Rain

Author                  :               Jielll

Main Cast            :               Yong Jun Hyung (B2ST), Lee Hwan Hee

Genre                   :               Romance

Rating                   :               AU, General

Poster By             :               Lumie Artwork

Disclaimer           :               ini asli karya saya! Plotnya saya yang buat! Kecuali, para pemainnya… mereka bukan milik saya, melainkan milik tuhan 🙂

A/N                       :                miane kalo banyak typo yang salah 😦 aku juga pendatang baru nih 😀 hehehe 😀 semoga suka 😉

Part 1

Hwan Hee POV
Seperti hari biasanya, terik matahari di seoul selalu menyinari hari-hariku. Entah kenapa aku rindu pada hujan. Hujan waktu itu yang membuatku bertemu dengannya, ketika esok aku ingin mengucapkan terimakasih padanya…  ia tak pernah datang lagi.
“YA! Hwan hee! Cepat layani pelanggan yang marah itu!” ujar bos menyuruh ku mendatangi pelanggan di salah satu meja yang berada di dekat jendela.
“Ne, aku akan kesana:)” jawabku, dengan sigap aku langsung menemui Namja muda yang sedang memarahi temanku.
“Kenapa kau bisa tak becus melakukan ini! HAH! Dasar pelayan bodoh!” ujar Namja itu.
“Mianhae, aku baru bekerja disini… Mianhae:(” jawab nya.
“Mianhae tuan, dia memang baru bekerja disini…” ujarku sambil membungkukkan badan 45o.
“Maaf! Maaf! Mana bos mu?” tanya Namja itu. Setelah ia mengucapkan kata-kata itu, aku teringat pada seseorang… siapa ya? Apa mungkin Namja bus itu? Ah, tak mungkin! Dia sangat kasar! Tak mungkin orang ini. Lalu aku memanggil bosku untuk menemui Namja itu. Mereka hanya mengobrol berdua, aku tak tau dan tak mau tau tentang obrolan mereka. tetapi aku melihat Namja itu dan bos ku menunjuk-nunjuk kea rah ku. Aku bingung? Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?.

Matahari mulai terbenam, semua pekerja di Coffee House bergegas pulang. Tak terasa hari ini sungguh sangat melelahkan bagi ku dan semua orang yang bekerja disini. Tiba-tiba saja, bos memanggilku. Apa mungkin ia ingin membicarakan masalah tadi?.

“Heemm… aku tak bisa mengatakan ini padamu. Apakah kau mau mendengarkannya? Tetapi sesudah kau mendengarkannya, jangan putus asa ya! FIGHTING!” ujar nya nampak lesu.
“Wae? Aku akan siap mendengarkannya:)” muka ku terlihat berseri-seri karena ingin tau apa yang dikatakan bos.
“Kau dipecat! Karna ada orang yang menginginkan mu!”
“Mwo? Kenapa tiba-tiba memcatku bos, apa aku mempunyai kesalahan yang sangat besar?”
“Andwe, kau tak mempunyai kesalahan besar. Tapi Namja yang tadi pagi menginginkanmu bekerja di rumahnya sebagai pembantu, aku dibayarnya untuk menyuruhmu bekerja menjadi pembantu rumah tangga disana. Tak apa-apa, dia berjanji akan menggaji mu lebih besar daripada disiniJ” senyum bos mulai mengembang, aku tau sebenarnya semua itu karna uang yang diberi oleh Namja itu.
“Tsch…”
Wae? Kau mau kan? HARUS MAU!”
Arraseo, dimana alamatnya?”
“Jalan Incheon rumah no 3”
Gamsahamnida^^ aku akan kesana esok pagi. Aku pulang dulu…”
Arraseo, selamat bersenang-senang:)” ujar nya sambil mengelus-elus tabungan kucingnya itu. Ah, aku tau kenapa ia ingin sekali aku dipecat… ternyata gara-gara Namja itu! Awas kau!.

***

Author POV
Keesokan harinya Hwan He eke rumah Namja yang kemarin membuat masalah di Coffee House tempat dia bekerja. Dia masih merasa kesal, entah kenapa Namja itu menyuruhnya menjadi pembantunya. Padahal bukan dia yang menumpahkan Coffee itu ke baju Namja pemarah itu.

Sesampainya di rumah Namja itu, ia langsung mengetuk pintu rumahnya. Tak lama selang ia mengetuk pintu, dari belakang seorang menepuk pundaknya. Ia tersontak kaget.
“Kau sudah lama menunggu?” tanya Namja itu.
“Ehmm.. iya lamaa sekali-_-!” ujar Hwan Hee berbohong.
Arraseo.. ayo masuk” ajak Namja tadi. Tiba-tiba Hwan hee termangu melihat isi rumah Namja itu, rumah besar itu mempunyai banyak perhiasan antic yang tersusun rapi dalam almari. Penataan barang-barangnya sangat pas sekali. Tema dan dekorasi ruangannya juga sangat indah.
YA! Kenapa kau hanya diam dan termangu melihat isi rumahku?” ujar pria itu sambil berteriak.
“Tsch.. ini bukan urusan mu 😛 baiklah, apa yang harus kukerjakan disini?” tanya Hwan hee sengak.
“Ehm.. kau harus membersihkan rumah ini mulai pukul 7-10 pagi! Jangan sampai ada yang kotor!”
Arraseo. Apa lagi?”
“Kau harus bangun pukul 6 pagi untuk menyiapkan sarapan pagiku mengerti! Lalu aku pulang pukul 8 malam, siapkan juga makan malamnya!”
“Oh Ne.. ada lagi?”
“Cuci bajuku dengan tangan, jangan menggunakan kaki! Lalu setiap hari minggu bersihkan mobilku! Dan setiap pukul 4 sore siram tanamanku! Arraseo?”
Mwo? Kenapa banyak sekali pekerjaanku? Kenapa aku yang harus mencuci mobil? Itu kan mobil mu! Jadi cuci sendiri!”
“Kalau kau tidak ingin aku tambah pekerjaannya, jangan protes!”
“Hemmm, Ne.. Oiya, siapa namamu?” ujar Hwan hee lesu.
“ Yong Jun Hyung, panggil saja Jun Hyung.”
“Hahaha =D aku seperti memanggil kakak laki-laki. (Hyung=Panggilan untuk adik laki-laki kepada kakak laki-laki)”
“Cepat kerjakan pekerjaan mu! Aku pergi dulu!”
Arraseo^^” ujar Hwan hee dengan semangat.

Lalu Hwan hee mengerjakan pekerjaannya secepat mungkin, mulai dari membersihkan lantai 1 sampai lantai 2. Lewat jam 10, Hwan hee bersantai di sofa yang empuk sambil menghilangkan rasa penat. Tiba-tiba saja Jun Hyung membentaknya.
YA! Apa yang kau lakukan di sofa ku?” tanya Jun Hyung dengan sedikit membentak Hwan Hee.
“Hoaam :O aku mengantuk, kau juga belum menunjukkan kamarku!” jawab Hwan hee malas.
“Oiya, aku lupa menunjukkan kamarmu. Kamarmu ada di lantai 2, yang berwarna hijau muda.”
“Oh NeGamsahamnida^^” ujar Hwan hee sambil mengembangkan senyumnya. Setelah menaikkan kopernya keatas, ia kaget ketika melihat kamarnya.
“Yang benar saja? Ini kan gudang!” teriak Hwan hee.
“Hehehe 😀 tak ada kamar yang tersisa. Oiya, tolong pindahkan barang-barang ini ke gudang lantai satu yaa..” pinta Jun Hyung dengan muka sok manisnya itu.
“Tsch.. kau ini.. awas ya!”
Wae? Ada yang salah?”
“Hahaha 😀 tak ada kok-_-!”
“Cepat kerjakan!”
“Baiklah..” hwan hee mulai malas dengan pekerjaan ini. Ia lebih suka bekerja di Coffee House. Kenapa dia harus bertemu iblis seperti ini?.

***

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ia langsung menyiapkan selang dan menyalakan kran air yang berada tak jauh dari taman belakang rumah besar ini.
“Haaah, syukurlah… dia masih terbaring tidur dikamarnya. Aku sesak napas ketika dia menyuruhku ini-itu, lalu ketika aku melakukan kesalahan dia hanya bisa marah-marah! Padahal dia juga tak bisa mengerjakannya kan.. Tsch 😛 dasar kuda niil” ujar ku.
YA! Apa yang kau bicaraka? Aku? Kuda niil? Bukannya kau siput! Bekerja ini itu saja sangat lambat! Siput lamban!” ujar Jun Hyung.
“YA! Kau kuda niil! Kuda niil jelek!”
“Hahaha 😀 kuda niil masih kalah cepat daripada siput lamban sepertimu.”
“Awas kau yaa!!!” ujar Hwan hee sambil menyiramnya memakai selang tanaman.  Mereka berdua kejar-kejaran dan saling menyemprotkan air.
YA! Hentikan! Hentikan! Haaa..Haa.. Chiinn!!!” Jun hyung bersin karna dia tak tahan main air.
“Hahaha 😀 kau bersin! Kau tak tahan air yaa?” tanya Hwan hee
“Heem..” jawab Jun hyung
“Lihat ingus mu keluar, hahaha XP”
“jangan menertawaiku!”
”kalau bisa kejar aku 😛 weekk weekk :P” mereka berdua pun saling bekejar-kejaran di taman belakang rumah yang sangat mewah itu. Tampak raut wajah gembira yang terpancar di wajah Jun Hyung. Hwan Hee baru tau bahwa Jun Hyung yang selalu memasang wajah datar bisa tertawa lepas seperti itu.

***

Malam harinya…
YA! Siput lamban! Mana makanan ku? Aku sudah lapar!!!” teriak Jun Hyung.
”Tunggu sebentar, soba nya hamper matang.” Ujar Hwan hee lesu, mungkin ia terlalu banyak bermain tadi sore. Hwan hee yang selesai memasak soba lalu memberikannya kepada Jun Hyung lalu ijin untuk kekamar. 3 langkah dari meja makan Hwan Hee pun jatuh pingsan. Jun Hyung yang bingung langsung mengangkat Hwan hee ke kamarnya. Mungkin karna dia terlalu lelah jadinya pingsan, pikr Jun Hyung. Jun Hyung lalu melanjutkan makannya di meja makan.

Sekita pukul 10 malam Jun Hyung mengecek kamar Hwan hee. Ia melihat sepertinya dia mimpi buruk. Badannya gemetaran dan diseluruh dahinya bercucuran keringat.
”Sudah, jangan terlalu banyak yang kau pikirkan…” bisik Jun Hyung. Lalu ia mengelap keringat Hwan hee tadi dengan sapu tangannya. Lalu malam itu, Hwan hee tidur sangat nyenyak ketika Jun Hyung berbisik itu padanya.

Part 1 end.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s